Berita Terbaru :
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
   

Bertemu PM Vietnam, Jokowi Ingin Tuntaskan Perundingan ZEE
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 10-07-2017 | 06:12 wib
Reporter :
Hamburg pojokpitu.com, Di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman pada Sabtu (8/7), Presiden Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

Pada momen itu Jokowi, sapaan Joko Widodo mengharapkan agar perundingan delimitasi wilayah dan ZEE antara Indonesia dan Vietnam segera tuntas dibahas. Itu penting untuk mencegah kembali terjadinya insiden yang terkait dengan perairan laut seperti yang terjadi pada bulan Mei 2017.

"Kami mendukung pemberantasan lintas batas, termasuk IUU Fishing. Saya mendorong agar suatu provisional arrangement untuk wilayah klaim tumpang tindih dapat dibuat sesuai dengan UNCLOS 1982," ujar Jokowi.

Isu terkait maritim lainnya yang disinggung Jokowi adalah maraknya pelanggaran IUU Fishing di perairan Indonesia.

"Sudah terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung Indonesia karena kejahatan IUU Fishing. Kami mengharapkan kerja sama Vietnam untuk memberantasnya," pinta suami Iriana.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun penting bagi kepemimpinan Vietnam di APEC. Jokowi pun menyatakan dukungannya terhadap kekuatan Vietnam.

"Saya menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap keketuaan Vietnam di APEC. Terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir dalam KTT APEC bulan November 2017," ujar Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.(fat/jpnn/end)

Berita Terkait

Bertemu PM Vietnam, Jokowi Ingin Tuntaskan Perundingan ZEE
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  4 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  5 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  6 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber