Berita Terbaru :
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
Nomer Urut 1, 2 dan 3 Diakui Para Paslon Pilkada Mojokerto Pembawa Keberuntungan
   

Disperindag Yakini Tak Ada Apel Berbakteri
Mataraman  Jum'at, 30-01-2015 | 14:14 wib
Reporter : M Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, memastikan tidak ditemukan apel berbakteri yang diperjual belikan di Magetan. Pernyataan ini dilontarkan oleh Disperindag usai melakukan sidak.


Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak di beberapa toko buah di kawasan jalan protokol dan pasar sayur Magetan. Selama sidak, Disperindag belum menemukan apel berbakteri berbahaya, jenis granny smith dan gala, yang diproduksi bidart bros, California Amerika Serikat.

Meskipun hanya sidak di empat titik, baik di toko buah atau buah-buah yang dijual secara keliling, Disperindag memastikan tidak ada apel berbakteri yang dijual belikan di Magetan. Karena hingga kini, petugas tidak menemukan sampel apel yang berbakteri yang diperjual belikan.

Selain peredaran dua jenis apel asal Amerika Serikat memang jarang di Magetan, pengakuan sejumlah pedagang, dalam seminggu terahir sudah tidak menjual lagi, karena sudah ditarik oleh distributornya.

Langkah pemerintah untuk menarik apel jenis granny smith dan gala, mendapat dukungan dari konsumen. Ini sekaligus untuk memperdayakan prduk lokal Indoenesia.

Diharapkan sidak tidak hanya dilakukan di wilayah kota saja, tetapi juga di pasar-pasar tradisional yang ada di kecamatan. Ini sebagai salah satu perlindungan konsumen, secara menyeluruh.(pul)



Berita Terkait

Gelar Pasukan Polresta Mojokerto Libatkan Tim Gaja Mada Pemburu Protokol Kesehatan

Sinergi TNI Dan Polri Ponggok Pasca Insiden Pembakaran Mako Polsek Ciracas

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel

Peneliti Ungkap Manfaat Makan Apel Untuk Kendalikan Diabetes
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  7 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  5 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  11 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  13 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber