Berita Terbaru :
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
Hari Kedua Pencarian Orang Tenggelam Diperluas Hingga 10 Kilometer
   

Nelayan Hilang Belum Ditemukan, Warga Diminta Waspadai Ombak Besar
Peristiwa  Senin, 12-06-2017 | 23:35 wib
Reporter : Sujarismanto
Pacitan pojokpitu.com, Berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan, perubahan cuaca khususnya di perairan Pacitan berlangsung singkat.

Bahkan masa keberlangsungan cuaca ektrem bertambah hingga lima hari ke depan dengan ketinggian ombak mencapai 3-5 meter. 
Puncak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada hari Kamis mendatang. Selain ketinggian gelombang laut mencapai 5 meter, angin dari timur ke barat berhembus kencang dengan kecepatan mencapai 25 hingga 35 kilometer perjam. 

Kondisi ini harus disikapi serius oleh masyarakat yang beraktivitas di perairan terutama nelayan. Jangan sampai kecelakaan laut yang menimpa dua nelayan Ngadirojo, terulang. Apalagi hingga Senin sore, korban hilang belum juga ditemukan. Ini disampaikan Ratna Budiono, Sekretaris BPBD Pacitan. 

Cuaca ekstrem di perairan Pacitan ini terjadi sebagai tanda pergantian musim hujan ke musim kemarau. 

Pada masa pancaroba, perubahan cuaca berlangsung secara singkat,sehingga meningkatkan kewaspadaan diri menjadi pilihan bijak bagi masyarakt yang beraktivias di perairan demi terhindar dari potensi kecelakaan laut.(end)




Berita Terkait

Perahu Terbalik, Satu Nelayan Lumajang Masih Dicari

Kapal Diterjang Ombak, Seorang Nelayan di Tuban Hilang

Perahu Nelayan Ditemukan Mengapung di Tengah Laut Tanpa Pemilik

Gelombang Tinggi Menghambat Pencarian Nelayan Hilang
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  9 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  2 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber