Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Di hadapan majelis hakim saksi Areas Petrus Moedak menjelaskan PT KARA tidak mempunyai hak untuk menarik tarip dalam pemeriksaan karantina, yang berhak menentukan tarip adalah badan usaha pelabuhan atau TPS. Foto Ayul
Mantan Dirut Pelindo Tiga Menjadi Saksi Dalam Kasus Pungli
Selasa, 23-05-2017 | 18:58 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Sidang kasus pungli pemeriksaan karantina di TPS Surabaya, dengan terdakwa Augusto Hutapea Direktur Utama PT Akara Multi Karya, Selasa sore, kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sidang mengagendakan keterangan saksi dari Mantan Direktur Utama Pelindo III Areas Petrus Moedak.

Di hadapan majelis hakim saksi menjelaskan bahwa yang berhak menentukan tarip dalam pemeriksaan karantina adalah badan usaha pelabuhan atau TPS. Pihak ketiga seperti PT Akara tidak boleh menarik tarip dalam pemeriksaan karantina.

Kerjasama juga penentuan tarip seharusnya di ketahui oleh komisaris TPS selaku pimpinan .

Seperti di ketahui kasus pungli pemeriksaan karantina di TPS ini, terungkap setelah Direktur Utama PT Akara tertangkap oleh Mabespolri saat sedang mengabil uang Pungli. Saat di kembangkan uang Pungli mengalir ke Rahmat Satria Direktur Operasional Pelindo III, Firdiat Firman Manager Energi Logistik Pelindo III dan Djarwo Surjanto Direktur Utama Pelindo III bersama istrinya. (pul)


Berita Terkait


Mantan Dirut Pelindo Tiga Menjadi Saksi Dalam Kasus Pungli

Mabes Polri Limpahkan Berkas Mantan Dirut Pelindo III dan Istri ke Kejari Perak


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber