Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Ratusan dosen dari perguruan negeri baru yang sebelumnya swasta, melakukan aksi 1805 di depan Istana Negara Jakarta. mereka menuntut dijadikan PNS. Foto Iman
Dosen Perguruan Tingi Negeri Minta Dijadikan PNS
Kamis, 18-05-2017 | 16:45 wib
Oleh : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Dosen yang tergabung dari Ikatan Lintas Pegawai , Perguruan Tinggi Negeri Baru dari berbagai daerah di Indonesia melakukan aski demo di depan Istana Negara Jakarta.

Para dosen meminta kepada Presiden Joko Widodo agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Aksi ini dilakukan setelah 7 tahun universitasnya menjadi perguruan negeri. Seluruh pegawai mulai dosen hingga staf statusnya tidak jelas.

P3K yang dimaksud, pegawai pemerintah dengan perjanjian keja, atau bisa di singkat PPPK. Sementara, Ketua Ikatan Lintas Pegawai Fadila Sabri mengatakan, penolakan terhadap P3K karena bentuknya hingga saat ini belum jelas.

"Bila pemerintah tidak siap mengangkat menjadi dosen dan tenaga pendidikan menjadi PNS, jangan pernah membuat perguruan tinggi swasta menjadi negeri," kata Fadila Sabri. 

Alasannya kebijakan pemerintah tersebut sangat merugikan para dosen. Aksi ini akan terus di lakukan hingga Presiden Joko Widodo mau menemui para perwakilan dosen. (pul)

Berita Terkait


Djoni Budiardjo Mantan Dosen Unair Tewas di Dalam Mobilnya

Terlibat Pencabulan, Mantan Dosen Unair Divonis 5 Tahun Penjara

Dosen Perguruan Tingi Negeri Minta Dijadikan PNS

Minta Transparansi Anggaran, Dosen STAIN Ponorogo Demo


Terlibat Pencabulan, Mantan Dosen Unair Divonis 5 Tahun Penjara

Digelar Tertutup, Mantan Dosen Unair Jalani Sidang Tuntutan

Pamerkan Inovasi Geopav, Dosen ITS Raih Anugerah IPTEK Adibrata

Ibunda Dosen ITS Saksikan Pernikahan Sang Putra Via Telekonferensi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber