Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Mlaku - Mlaku 

Rombongan Pemprov Jatim ketika berada di Kota Kunming Provinsi Yunnan, China
Delegasi Pemprov Jatim Kunjungi Provinsi Yunnan dan Guangxi, China
Selasa, 16-05-2017 | 20:59
Oleh : Imam Syafii
Yunnan pojokpitu.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendapat undangan resmi dari Konjen RRT di Surabaya untuk mengunjungi dua provinsi di China mulai 6-14 Mei 2017. Yaitu di Provinsi Yunnan dan Provinsi Guangxi. Banyak hal baru diperoleh rombongan dari Jatim selama sepekan lebih berada di Negara Republik Rakyat Tiongkok tersebut.

"Sungguh luar biasa. Provinsi Jatim bisa belajar banyak dari Negara China," kata Deasy Diah Ernani dari Biro Humas dan Protokol Pemrov Jatim yang memimpin rombongan. Deasy langsung terpesona begitu pesawat Cathy Pacific yang menerbangkannya dari Bandara Juanda Sidoarjo tiba di Bandara Changsui International Airport, Kunming, setelah transit di Bandara Hongkong. 

"Wow, bandara di tingkat provinsi saja seperti ini. Mungkin lebih besar dari Terminal Ultimate Bandara Soekarno Hatta," tambah Deasy. Anggota rombongan lainnya juga terkagum-kagum dengan design dan kemewahan bandara di ibukota Provinsi Yunnan itu. 

Dari Pemprov Jatim, selain Deasy, juga ada Andhika Paratama Herlambang dari Badan Perencanaan dan Pembangunan, Wemmi Niamawati dari Dinas Peternakan, Sugiastuti dari Dinas Pertanian, dan Deidy Setyawan dari Bagian Kerjasama Luar Negeri Pemprov Jatim. 

Anggota rombongan lainnya adalah AKBP Minarti Tarmijan, Kasat Bimmas Polrestabes Surabaya, Direktur JTV Imam Syafii dan Produser TVRI Yuli Astiono Muji Prayitno. Rombongan berjumlah 8 orang ini mengunjungi Kota Kunming di Provinsi Yunnan, serta Kota Nanning dan Guilin di Provinsi Guangxi, selama berada di China.

Rombongan Pemprov Jatim berada di Kunming selama tiga hari. Mereka mengunjungi kantor Yunnan Energy and Investment Group (YEIG). Perusahaan daerah milik Pemprov Yunnan ini menjalankan bisnis yang sangat besar. Terutama di bidang pengadaan energi. Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar batubara, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, hingga Pembangkit Listrik yang dihasilkan dari tumpukan sampah. 

Setelah itu rombongan mengunjungi kawasan industri bernama Kunming National Hi-Tech Industries Development zone.  Di kawasan ini berdiri sejumlah pabrik, di antaranya, milik Longrun Grup yang memproduksi beragam teh dan obat-obatan berbahan dasar herbal.  

Di kawasan industri ini juga berdiri perusahaan bergerak di bidang telemedicine  di bawah bendera Sunpa Image Tel Tech Co.Ltd. Perusahaan tersebut memanfaatkan kecanggihan dan kemajuan TI (teknologi informasi) di bidang medis. Mereka bisa memandu pengobatan, bahkan operasi, dari jarak jauh dengan kamera-kamera yang dihubungkan dengan streaming internet dan perangkat yang serba computerized. 

"Kami punya ribuan dokter spesialis dan profesor yang siap membantu pasien-pasien yang berada di mana saja," terang Liu Le, Wakil Presiden Direktur Sunpa Group, yang berlatar belakang pakar IT ini. Telemedicine dilakukan dengan cara memasang peralatan komunikasi audio visual di Gedung Sunpa dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya.

Teknologi ini cocok dengan kondisi di Jatim. Dengan peralatan ini, dokter di RSU dr Soetomo di Surabaya, bisa memandu dokter-dokter yang berada di rumah sakit kota dan kabupaten lainnya. Sehingga tidak perlu jauh-jauh harus dirujuk ke RSU dr Soetomo. Hanya saja, mungkin kendalanya adalah banyak jaringan internet di daerah-daerah di Jatim masih lemot.

Rombongan dari Surabaya juga mengunjungi kantor Yunnan Baiyao Group dan Dounan Flower Market. Yunnan Baiyao Group sangat terkenal dengan produk obat-obatan tradisional. Di pasaran, obat ini biasa dikenal sebagai obat putih atau obat dewa. Disebut obat putih karena warnanya putih kekuningan. Dijuluki obat dewa karena bubuknya cespleng untuk mengobati luka terbuka. Bisa menghentikan pendarahan dan peradangan dalam waktu singkat. 

Di Surabaya, obat Baiyao juga di jual di toko-toko di kawasan Pecinan Jalan Jagalan. "Hanya saja harus hati-hati, karena kami pernah menemukan produk palsu," saran salah seorang karyawati Baiyao dalam Bahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh Anita Yang Junchu ke Bahasa Indonesia.

"Yang asli ada hologram di kardusnya. Khusus di Indonesia, kemasan kardusnya warna putih dan biru," papar Anita yang juga dosen mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Nasional Guangxi ini. 

Rombongan juga mampir di Pasar Bunga yang berada Dounan. Tampat ini menjadi pusat penjualan berbagai macam bunga. Hampir mirip dengan Pasar Agrobis yang dibangun Pemprov Jatim di Jemundo, Sidoarjo. Namun Pasar Bunga Dounan lebih besar lagi, Ada 6 Gedung di tempat ini menjual lebih dari 1.000 aneka bunga. Mulai dari bunga betulan yang segar, bibit bunga, hingga bunga kering dan bunga plastik.

Penjualan di Pasar Bunga Daounan dibagi menjadi tiga sistem (shift). Pertama, pukul 08.00-17.00 dengan cara penjualan langsung dari penjual kepada pembeli. Kedua, pukul 17.00-20.00 dengan sistem lelang. Dan ketiga jam 20.00-02.00  penjual kepada pembeli dengan cara grosir dengan pembayaran elektronik. "Tahun lalu, kami bisa menjual 6 miliar ikat bunga," kata salah satu staf pengelola Dounan Flower Market.

Dalam kunjungan ke Kunming, rombongan juga menyempatkan mampir di Masjid  Yongning yang berada di Pusat Kota. "Masjid ini mampu menampung 800 jamaah pada saat Salat Jumat," ungkap Ibrahim Maste, takmir Masjid Yongning. 

Masjid Yangning berada di pinggir jalan utama. Tempat salat berada di lantai dua komplek bangunan masjid. Lantai dasar disewakan untuk stan-stan yang menjual makanan dan minuman halal. "Kami memakmurkan masjid ini dari uang sewa stan-stan tersebut," sambung laki-laki China berumur 63 tahun itu.

Jumlah warga muslim di Provinsi Yunnan cukup banyak. Dari 43 juta penduduk, sekitar 690 ribu adalah pemeluk agama Islam. Karena itu, tidak mengherankan jika terlihat banyak masjid berdiri di tempat-tempat strategis. Juga mudah ditemui restoran-restoran muslim di Kunming.  

Selain bertemu dengan pejabat setempat, direktur perusahaan, dan melakukan kunjungan ke lapangan, rombongan Pemrov Jatim juga diajak ke tempat wisata Stone Forest (hutan bebatuan) di Kunming. Stone Forest berada di daerah otonomi Shilin Yi. Jaraknya 78 kilometer tenggara pusat Kota Kunming. Wisatawan bisa menikmati berbagai macam bentuk bebatuan di kawasan yang sangat luas seperti sebuah hutan. 

Dari Kota Kunming Provinsi Yunnan, rombongan Pemrov Jatim terbang  ke Kota Nanning di Provinsi Guangxi. Setelah menempuh perjalanan udara selama 1,5 jam, Delegasi dari Jatim kembali tertegun begitu mendarat di Bandara International Nanning. Bandaranya besar dan bagus seperti di Kunming. Padahal Nanning dan Kunming merupakan ibukota dari provinsi-provinsi yang berada pada urutan 20 ke atas di China. "Provinsi Jatim yang berada di urutan kedua di Indonesia masih kalah jauh," cetus Andhika, dari Bapeprov Jatim.  
Selama berada di Nanning, rombongan mengunjungi Modern Agriculture and Technology Demonstration Park, Sekretariat China Asean Expo, dan ke kantor Guangxi Investment Group. "Kami kembali mengundang Jatim untuk ikut China Asean Expo yang digelar setiap tahun," kata Bi Jianfeng, Direktur Divisi Kerjasama Asean Pemprov Guangxi ketika menerima delegasi dari Pemprov Jatim. Tahun ini China Asean Expo digelar  pada 12-15 September 2017.

Menurutnya, ada ribuan pameran diadakan di China, Namun, China Asean Expo merupakan yang terbesar ketiga di China. Pemerintah dan pengusaha dari Indonesia, termasuk dari Jatim, selalu mengikuti pameran tahunan ini melalui Kementrian Perdagangan Indonesia.

"Karet, kopi, dan kerajinan tangan dari Indonesia  sangat populer di China Asean Expo," ungkap Bi Jianfeng.

Forum China Asean Expo ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi China dan 10 anggota Asean. "Ini bisa menjadi platform investasi ke Jawa Timur," tambahnya.  

Deasy Diah Ernani, pemimpin delegasi Pemprov Jatim menjelaskan bahwa saat ini hubungan Jawa Timur-Tiongkok semakin erat. Terdapat 6 provinsi atau kota setingkat provinsi sudah bekerjasama dengan Jawa Timur. Yakni Tianjin, Shanghai, Guangxi, Shandong, Zhejiang dan Jiangxi. 

Hubungan perdagangan dan ekonomi antara Jawa Timur dan China sangat penting. Ini ditunjukkan dari data 2016 mengenai kontribusi ekspor non migas Jawa Timur ke Tiongkok sebesar 9,75 persen dari total ekspor Jawa Timur, sementara kontribusi impor Tiongkok ke Jawa Timur adalah 25,13 persen dari total impor Jawa Timur. Selain itu, nilai realisasi investasi Tiongkok di Jawa Timur sebanyak 82 proyek dengan nilai Rp 2,04 triliun (US$ 152,7 juta) yang menyerap 2.253 tenaga kerja.
  
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, Gubernur memberikan kemudahan untuk berinvestasi di Jawa Timur. Gubernur memberikan empat jaminan kepada investor. "Pertama, kemudahan perijinan. Kedua, penyelesaian masalah perburuhan. Ketiga, ketersediaan listrik, dan keempat, fasilitasi penyediaan tanah," papar Deasy yang sehari hari menjabat Kabag Pengumpulan dan Penyaringan Informasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim saat berdiskusi dengan tuan rumah di kantor Sekretariat China Asean Expo.

Dari Nanning, rombongan Pemprov Jatim meneruskan kunjungan ke Guilin yang masih dalam wilayah Provinsi Guangxi. Perjalan ke kota wisata Guilin ditempuh dengan kereta api cepat selama dua jam. 

Guilin dikenal dengan pemandangan alamnya. "Sungai-sungainya jernih dan gunung-gunungnya sangat indah," kata Wang Xiaoxia, Wakil Direktur Urusan Luar Negeri Pemkot Guilin, saat menjamu makam malam delegasi dari Jatim di Guilin Hotel. Wanita China yang suka lagu Sumatera Utara "Sing Sing So" ini terus menerus mempromosikan keelokan kotanya selama welcome dinner tersebut berlangsung.    

Cerita Wang terbukti ketika rombongan Pemprov Jatim mengunjungi Sungai Lijiang keesokan hari. Selama tiga jam menyusuri Sungai Lijiang dengan kapal uap, terlihat pemandangan sangat eksotis. Sepanjang perjalanan, di sebelah kiri dan kanan sungai berjejar perbukitan batu dan gunung-gunung yang indah dipandang. "Presiden SBY juga pernah datang ke Guilin. Beliau sempat menulis puisi selama menyusuri Sungai Lijiang dengan kapal. Kabarnya, puisi Pak SBY itu kemudian dipakai untuk syair lagu ciptaan beliau," kenang  Wang.

Kota Guilin merupakan kota wisata yang saat ini paling dipromosikan pemerintah China ke seluruh dunia. Selain Sungai Lijiang sebagai tempat wisata kelas AAAAA (rangkin tertinggi), wisatawan juga bisa menyaksikan The Performance of Impression Liu Sanjie pada malam hari. Opera berdurasi 70 menit ini bercerita tentang nyanyian gunung dan warga asli Guilin. 

Performance of Impression Liu Sanjie bisa disebut sebagai opera terbesar dengan dengan latar belakang alam. Lebih dari 500 pemain dan penari terlibat dalam opera yang digelar di atas Sungai Lijiang. Permainan lighting yang ciamik, akustik soudsystem yang bagus, dan didukung perangkat multimedia, membuat ribuan penonton ikut hanyut menikmati jalannya cerita. Penonton yang duduk di tribun-tribun yang didirikan di pinggir sungai pun betah menyaksikan opera mulai awal hingga berakhir. (end)


Berita Terkait


Delegasi Pemprov Jatim Kunjungi Provinsi Yunnan dan Guangxi, China

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber