Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Asa Klub Sepakbola Dari Ajang KLB PSSI
Jum'at, 17-04-2015 | 08:55 wib
Oleh : Ambari Taufik
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah kejadian, diantaranya ricuh suporter Bonek dini hari tadi serta penyerangan terhadap Saleh Mukadar di acara televisi kamis malam, rupanya menjadi reaksi masyarakat sepakbola Surabaya dalam menyambut ajang kongres luar biasa atau KLB PSSI yang bakal digelar di Surabaya 18 April besok. Namun dalam kongres ini, arah sepakbola tentunya harus ditentukan. Akankah sepakbola Indonesia tambah mundur atau akan melangkah ke arah perbaikan.

Sehari sebelum digelarnya kongres luar biasa PSSI yang rencananya bakal digelar di salah satu hotel bintang lima di jalan embong malang Surabaya, dua kejadian berlangsung Kamis malam. Kejadian pertama, penyerangan yang dilakukan sejumlah oknum yang diduga anggota salah satu ormas di Surabaya, serta bentrok antara dua kubu suporter Bonek yang kini terpecah.

Kekhawatiran akan faktor keamanan pun mengemuka. Salah satu sumber di PSSI menyebut, kongres luar biasa PSSI di Surabaya Sabtu besok akan dibatalkan. Rencananya KLB PSSI akan dipindah ke Solo dengan waktu pelaksanaan yang belum ditentukan. Namun hingga pagi ini belum ada statement resmi dari PSSI Pusat.

Bila KLB PSSI digelar besok, banyak harapan digantungkan oleh sejumlah klub, terutama di Jawa Timur. Deltras salah satunya. sebagai klub dengan bermaterikan pemain muda, Deltras berharap  kongres luar biasa yang akan memilih ketua umum PSSI, Wakil Ketua Umum serta Komite Executive bisa membawa kemajuan sepakbola Indonesia ke depan.

Terkait soal siapa yang pantas menjadi ketua umum PSSI, Deltras tak mau berandai- andai. Terpenting Ketua Umum mengerti akan sepakbola Indonesia, sekaligus memperhatikan para pemain muda.

Tidak jauh beda dengan Deltras, Laga FC juga demikian. Laga FC yang akan bermain di dua even yakni divisi utama dan pra-pon Jabar menganggap seorang calon Ketua Umum PSSI harus mempunyai empat kriteria .
Selain berdedikasi penuh dan fokus kepada sepak bola, calon Ketum PSSI harus memiliki kemampuan manajerial yang baik. Sebab,  kondisi sepak bola saat ini sudah menuju ke arah industri. Selain itu calon ketua umum PSSI diharuskan mampu bermitra dengan pemerintah. Karena saat ini kondisi hubungan PSSI dengan pemerintah sedang di level yang rendah.

Lantas siapa yang dianggap cocok. Ada sembilan nama calon yang bersaing merebut kursi ketua umum PSSI.  Sembilan nama itu antara lain Achsanul Qosasih,  Bernard Limbong,  Subardi,  La Nyalla Mattaliti,  M-Zein  ,  Johar Arifin,  Sarman Panggabean,  Syarif Bastaman, dan Joko Driyono.
        
Dari sembilan kandidat tersebut,  nama Joko Driyono dianggap sedang berada di atas angin.  Pria yang kini duduk sebagai sekjen PSSI itu disebut-sebut dijagokan oleh mayoritas pemegang hak suara  atau voters dalam kongres luar biasa nanti. 

Memang sebagian besar calon yang maju sebagai Ketua Umum adalah wajah-wajah lama. Namun semoga prestasi sepakbola Indonesia dibawah kendali PSSI nanti, tidak seperti yang sudah-sudah. (pul)



Berita Terkait


Jelang KLB, PSSI Butuh Figur yang Independen dan Profesional

Yuli Sumpil Bebas Dari Sanksi PSSI

Sori, Edy Rahmayadi Akui Gagal Pimpin PSSI

Edy Rahmayadi Mengundurkan Diri, Harus Segera Siapkan KLB PSSI


Satgas Anti Mafia Bola Geledah Gedung FX dan Kantor PSSI Kemang

Sori, Edy Rahmayadi Akui Gagal Pimpin PSSI

Edy Rahmayadi Mengundurkan Diri, Harus Segera Siapkan KLB PSSI

Edy Rahmayadi Mengundurkan Diri dari Kursi Ketum PSSI

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber