Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Saatnya Nanti, Mobil Bensin Vs Mobil Listrik
Sabtu, 13-05-2017 | 17:23
Oleh : Bagus Priono
Surabaya pojokpitu.com, Mobil salah satu alat transportasi yang umum dan dipakai masyarakat di seluruh dunia. Sebagian besar mobil yang beredar adalah mobil berbahan bakar fosil , yang tidak ramah lingkungan. Selain mobil bertenaga bensin, ada juga mobil yang bertenaga listrik. Mobil listrik menggunakan baterai dan jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil bensin.

Mobil berfbahan bakar fosil telah menjadi kebutuhan hidup bagi banyak orang. Sebagian besar mobil-mobil yang digunakan oleh masyarakat indonesia adalah berjenis mobil berbahan bakar bensin atau solar. Mobil bensin sangat populer baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mobil jenis ini disukai karena bahan bakarnya relatif murah dan mudah didapat.

Pemerintah Indonesia juga menyediakan program subsidi BBM dan mudah dijangkau masyarakat. Karena mobil berbahan bakar fosil sangat populer dan menjadi salah satu kebutuhan hidup banyak orang, tentu saja biaya pembuatan mobil dan reparasi juga menjadi lebih murah.

Mobil berbahan bakar fosil pertama kali dikembangkan pada tahun 1886. Penemunya adalah Karl Benz dari Jerman. Para ilmuwan mobil jaman dahulu membuat mesin untuk bisa mengubah bahan bakar menjadi gaya gerak. Mesin ini dinamakan combustion engine, dan dipakai hingga sekarang pada mobil-mobil bensin pada umumnya. Combustion dalam bahasa inggris artinya adalah "ledakan/pembakaran".

Namun, tahukah bahwa berbahan bakar fosil ini termasuk sumber daya yang sangat sulit diperbaharui. Bensin didapat dari pengambilan fossil fuel, yang tersimpan di bawah lempeng bumi. Fossil fuel ini memerlukan ratusan hingga ribuan tahun untuk dapat terbentuk. Selama beberapa dekade terakhir ini manusia berlomba-lomba untuk mengambil sumber daya ini, dengan cara menggali jauh kedalam lempeng tanah. Pada suatu saat tertentu di masa depan pastinya fossil fuel yang ada di bumi ini dapat habis tidak tersisa.

Selain itu, mobil berbahan bakar fosil cenderung tidak ramah lingkungan karena mengeluarkan asap yang bisa menyebabkan polusi dan global warming. Polusi ini seringkali disebut emisi. Kendaraan bertenaga bensin ini menjadi salah satu sumber emisi global di semua negara.

Mobil listrik adalah yang digerakkan dengan listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar fosil  yang semakin murah.

Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an pernah membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik. Tapi baru pada tahun 2000-an para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik listrik ini. Disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan buruknya dampak emisi gas rumah kaca.

Sampai bulan Novemver 2011, model-model listrik yang tersedia dan dijual di pasaran beberapa negara adalah Tesla Roadster, REVAi, Renault Fluence Z.E., Buddy, Mitsubishi i MiEV, Tazzari Zero, Nissan Leaf, Smart ED, Wheego Whip LiFe, Mia listrik, dan BYD e6. Nissan Leaf, dengan penjualan lebih dari 20.000 unit di seluruh dunia (sampai November 2011),[3] dan Mitsubishi i-MiEV, dengan penjualan global lebih dari 17.000 unit (sampai Oktober 2011), adalah kedua mobil listrik paling laris di dunia.

Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor. Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya.

Pada akhirnya, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka. Bagi negara berkembang, harga minyak yang tinggi semakin memberatkan neraca pembayaran mereka, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka.

Di Indonesia, pada tanggal 1 April 2012 pemerintah kucurkan Rp 100 miliar untuk riset mobil listrik. Lalu pada tanggal 10 Juni 2013 pemerintah tegaskan kendaraan listrik bebas pajak. Kemudian pada tanggal 12 Juni 2013 Zbee dari Swedia resmi membuka pabrik kendaraan listrik dengan nama PT Lundin Industry, yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, dan target produksi minimal 100.000 unit per tahun.

Sekarang anda sudah mengerti perbedaan atau perbandingan mobil bensin dan mobil listrik, mana yang terbaik dan mana yang ramah lingkungan, silahkan anda menentukan pilihan..
   


Berita Terkait


Pemerintah Dukung Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional

Berkonsep Small City Car, Pens Ciptakan Elvi Move On

Indonesia Harus Mulai Membuat Mobil Listrik

Pemerintah Rencanakan Uji Coba Mobil Hybrid dan Mobil Listrik


Saatnya Nanti, Mobil Bensin Vs Mobil Listrik

Mobil Listrik Mampu Menghemat Kebutuhan Minyak Indonesia

Sudah Saatnya Indonesia Produksi Mobil Listrik

Pakar Teknologi : Kasus Mobil Listrik Bukti Negara Tidak Dukung Inovasi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber