Berita Terbaru :
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Persaingan Ketat, Perusahaan Resto Bikin Konsep Unik
Rehat  Kamis, 16-04-2015 | 17:30 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
foto : istimewa
pojokpitu.com, Perkembangan bisnis restoran di Jawa Timur semakin ketat. Meski ditargetkan pertumbuhannya di tahun 2015 mencapai 20 persen Sejumlah perusahaan bidang restoran, kafe, dan katering pun mulai memasang strategi agar tetap eksis dalam persaingan bisnis resto di Jatim.

Salah satu perusahaan yang mengelola restoran, kafe dan katering milik BUMN di Indonesia mulai memikirkan strategi dalam perkembangan bisnisnya di Jatim.

Pasalnya, perkembangan bisnis restoran, kafe, dan katering di Jatim cukup ketat, terlebih dalam menghadapi era masyarakat ekonomi Asean.

Salah satunya dengan membuka cabang baru resto di dalam stasiun Gubeng Surabaya dengan dekorasi dan desain interior menarik,  memungkinkan bukan hanya calon penumpang kereta mampir, tapi juga cocok untuk tempat bersantai berlatar kereta api.  Asosiasi pengusaha kafe dan resto Indonesia, Apkrindo jatim, sebelumnya menyebutkan akan ada peningkatan bisnis restoran di Jatim hingga 20 persen.Sehingga memungkinkan persaingan semakin ketat.

Decil christianto, manajer restoran PT Reska menyebutkan modal investasi Rp. 800 juta anak perusahaan PT  kereta api Indonesia tersebut bahkan optimis dapat kembali modal hanya dalam 8 bulan. Lantaran memiliki konsep resto yang menarik, memungkinkan siapapun bisa merasakan bersantai dengan suasana ramai stasiun kereta api.(fer).




Berita Terkait

Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang

Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan

Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina

Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  4 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  8 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber