Berita Terbaru :
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
Nomer Urut 1, 2 dan 3 Diakui Para Paslon Pilkada Mojokerto Pembawa Keberuntungan
   

Pedagang Masih Menjual Apel Impor Granny Smith di Wilayah Malang
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 29-01-2015 | 17:08 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Pemerintah sudah menyatakan menghentikan dan menarik peredaran apel impor dari Amerika jenis Granny Smith dan Gala. Namun sejumlah pedagang di Malang masih kedapatan menjual apel ini secara bebas. Bahkan pedagang tak menaruh peringatan di etalase seolah tak ada larangan untuk menjual apel ini.

Hingga kini pedagang buah di jalan Penarukan kecamatan Kepanjen Malang ini terlihat masih menjual secara bebas apel impor jenis Granny Smith. 

Padahal pemerintah telah melarang peredaran apel tersebut lantaran diduga mengandung bakteri listeria monocytogenes. Apel ini dijual seharga 32 ribu perkilogramnya.

Pedagang juga tak menaruh peringatan di etalase buah seakan apel-apel ini tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan pedagang mengaku belum menerima sosialisasi dinas terkait larangan menjual apel import jenis Granny Smith di wilayah kabupaten Malang.

Sementara itu Antok salah satu pedagang di kios buah pasar Kepanjen, pedagang tidak lagi menjual apel impor jenis Gala dan Granny Smith.

Pedagang mengaku dua jenis apel tersebut kalah bersaing dengan apel lokal Apel impor yang masih banyak ditemui di pasar buah yakni jenis apel Washington dan apel Fuji dan dinyatakan tidak berbahaya bagi masyarakat.

Kini para pedagang akan merasa rugi jika saja peredaran apel impor berbahaya ini ditarik dari pasaran.

Berita Terkait

Gelar Pasukan Polresta Mojokerto Libatkan Tim Gaja Mada Pemburu Protokol Kesehatan

Sinergi TNI Dan Polri Ponggok Pasca Insiden Pembakaran Mako Polsek Ciracas

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel

Peneliti Ungkap Manfaat Makan Apel Untuk Kendalikan Diabetes
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  7 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  5 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  11 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  13 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber