Berita Terbaru :
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
   

Astafirullah, Ulama Kyai Hamam Hadi Hilang Terseret Arus Sungai
Peristiwa  Minggu, 30-04-2017 | 14:23 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Suasana duka menyelimuti kompleks Pesantren Addimyathi Desa Kedungharjo Kecamatan Mantingan Ngawi. Puluhan santri dan warga, setia menunggu informasi di masjid. Sejumlah ulama Ngawi berkumpul dalam rumahnya, ikut bersimpati.

Kejadian bermula saat suami Istianik itu, mencari rumput di areal persawahan Dusun Pingi Desa Glingging Sragen Jawa Tengah, pada tanggal 28 April kemarin. Sekitar jam 2 siang, ulama berumur 47 tahun itu, hendak pulang ke rumah untuk memimpin sholat Ashar di masjid, dengan mengambil jalan pintas menyeberangi Sungai Kali Siwur.

Sungai yang membelah Jawa Tengah dan Timur tersebut, awalnya tenang karena sejumlah anak dari Jawa Tengah sedang bermain dan berenang. 

Namun karena banjir kiriman dari lereng Gunung Lawu, arus sungai menjadi lebih deras. Kyai Hamam, yang terlanjur menyeberang, bermaksud segera ke seberang sungai. Meskipun bisa berenang, namun karena derasnya arus sungai, Kyai Hamam hanyut. Anak- anak yang mengetahui kejadian itu, kemudian melapor ke warga desa Kedungharjo, memutar lewat jembatan.

Para santri dan warga, kemudian melakukan pencarian, mulai sebelum maghrib hingga sekarang. Pada malam hari, warga dibantu Tim SAR dan relawan juga telah melakukan penyisiran, menuju ke Sungai Bengawan Solo. Namun hingga kini, nasib Imam Masjid Addimyathi, sekaligus Pengurus Nahdhatul Ulama Ngawi tersebut, belum diketahui. 

Mewakili kerabat korban, Ketua PCNU Ngawi berharap, warga ikut membantu mencari Kyai Hamim. Ini disampaikan Kyai Ulin Nuha Rozy, Ketua PCNU Ngawi.

Untuk membantu upaya warga dan relawan BPBD Ngawi melakukan pencarian, sekitar 50 anggota Tim Basarnas, diterjunkan. Tim Basarnas kemudian membentuk posko di kantor kecamatan untuk melaksanakan operasi  pencarian Kyai Hamam Hadi bersadma-sama.(end)






Berita Terkait

Nekat Sebrangi Bengawan Solo, Pemancing Tenggelam Terseret Arus Sungai

Astafirullah, Ulama Kyai Hamam Hadi Hilang Terseret Arus Sungai

Dua Mayat Korban Terseret Arus Sungai, Ditemukan
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  11 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  3 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  2 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber