Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Aspek Kultural Penting Untuk Bangun Ekonomi Jatim
Rabu, 15-04-2015 | 21:09 wib
Oleh : Selvy Wang
pojokpitu.com, Aspek Kultural merupakan hal yang penting untuk membangun perekonomian di Jatim, terutama di saat memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat Kuliah Tamu dengan Topik "Strategi Jawa Timur dalam Menghadapi Era Perdagangan Bebas" di Aula Fajar Notonegoro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, pembentukan ASEAN didasarkan adanya kesamaan kultural antar anggota di dalamnya. Sehingga dalam pembangunan ekonominya terus memperhatikan kultural negara masing-masing. Tidak hanya memperhatikan keamanan dan kenyamanan dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan kultural.

Menurutnya, kultural juga dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Selain penegakkan hukum dalam penyelesaian masalah, pendekatan kultural perlu terus dikembangkan. "Kultural bagian penting sebagai solusi berbagai permasalahan," kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Gubernur juga memaparkan tiga hal penting dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 yakni perbaikan infrastruktur, menaikkan kualitas SDM di bidang keterampilan, serta pelayanan publik  (public service) yang baik.

Dijelaskannya, perbaikan infrastruktur meliputi soft infrastructure seperti pendidikan formal dan informal, maupun hard infrastructure seperti pengembangan transportasi (pelabuhan dan bandara), energi (gas, listrik, panas bumi), infrastruktur (jalan tol dan arteri).

Pembangunan Infrastruktur percepatan JLS dengan alokasi dari APBD per tahun Rp 500 Milyar,  Percepatan pembangunan jalan Tol, perluasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pengembangan Bandara Juanda, Bandara-bandara perintis, double track railway.

selama  2014, jumlah SMK Mini yang didirikan sebanyak 70 SMK dengan 1 kelas masing-masing sebanyak 30 anak, per pondok rata-rata 3 kompetensi keahlian. Tahun 2015 ditambah 100 SMK mini. Adapun bidang keahlian yang terdapat di SMK Mini antara lain teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agroteknologi, perikanan dan kelautan, pariwisata, seni rupa dan kriya, serta seni pertunjukan.

Selain itu, Pakde Karwo menegaskan bahwa perlunya ada regulasi yang melindungi untuk melindungi rakyat dan konsumen saat diberlakukannya MEA. Kebijakan perekonomian di Jatim untuk mampu memberikan kontribusi konstruktif atas perekonomian nasional yang berkelanjutan adalah dengan membuat legal framework di bidang perekonomian secara tepat dan dinamis demi terwujudnya kesejahteraan rakyat.(ern)

Berita Terkait


Ketahui Saat Terbaik Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks?

200 Perajin Kreatif Siapkan Inovasi Demi MEA

Presiden Jokowi Ajak Warga Ponorogo Siap Hadapi MEA

Tanpa Bantuan Pemkab, Industri Hadrah Bondowoso Pesimis Hadapi MEA


Presiden Jokowi Ajak Warga Ponorogo Siap Hadapi MEA

Risma Sebut Memean, Bakal Disanksi Jika Melanggar

Era MEA, DPRD Jatim Dorong Anak Muda Berwirausaha

RSAL Gelar Pemeriksaan Gratis Papsmear Kepada 1000 Pasien

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber