Berita Terbaru :
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

MACI, kolektor motor gede Klasik dari Jombang
Rehat  Rabu, 15-04-2015 | 16:51 wib
Reporter : Saiful Mualimin
pojokpitu.com, Memiliki barang langka dan unik mungkin bagi sebagian orang menjadi kebanggaan. Seperti halnya komunitas motor gede yang ada di Jombang. Meskipun membutuhkan ketelatenan dan ketekunan untuk menjaganya, mereka tetap mengaku bangga dan senang. Apalagi motor gede ini sudah menjadi hobi yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Mereka adalah komunitas yang getol melestarikan motor-motor jadul bernilai sejarah. Yakni  komunitas motor antique club Indonesia, MACI Jombang atau yang biasa disebut Pathak Warak.  

Kecintaan kelompok ini pada dunia otomotif mendorong puluhan warga Jombang menjadikan motor kuno ber cc besar menjadi hobi kebanggaan.
Mereka biasanya berkumpul di rumah Haji Istono di desa Sanan Selatan Mojoagung  di kelurahan Jombatan Mojokerto kota. Koleksi motor kuno para biker Jombang ini sangat lengkap. Semuanya jenis pabrikan Eropa dan Amerika abad ke-19. Rata-rata motor klasik ini, buatan tahun 1940 hingga 1960. Bahkan motor klasik tertua merk Indian buatan Amerika produksi tahun 1913 juga ada. Seluruhnya masih original.

Selain itu ada juga Harley Davidson, BSA, AJS, DKW Matchless dan lain-lain.
Haji Istono penggemar motor gede ditemui pojokpitu.com, Rabu (15/4)  ini mengatakan komunitas ini berdiri sejak tahun 1970-an. Anggotanya dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Mulai pegawai swasta hingga pejabat.

Meskipun harga motor klasik ini termasuk menguras isi kantong, tujuan mereka hanya satu yakni untuk melestarikan berbagai motor kuno dan antik, yang selama ini selalu mengiringi perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Selain itu, faktor kenyamanan dan keunikan menjadi motivasi tersendiri untuk bisa memiliki motor jadul berkapasitas silinder 250 hingga 1000 cc.
 

Komunitas MACI Jombang dibentuk bukan sekedar hanya kumpul-kumpul ataupun touring.  Namun, karena sebagai sebuah organisasi MACI juga memiliki aturan dan agenda sosial yang harus dilakukan setiap tahunnya.(fer).
 



Berita Terkait

Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar

Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun

Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  13 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  12 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  12 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber