Berita Terbaru :
Rempah Nusantara Potensial Rebut Pasar Dunia
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
   

MACI, kolektor motor gede Klasik dari Jombang
Rehat  Rabu, 15-04-2015 | 16:51 wib
Reporter : Saiful Mualimin
pojokpitu.com, Memiliki barang langka dan unik mungkin bagi sebagian orang menjadi kebanggaan. Seperti halnya komunitas motor gede yang ada di Jombang. Meskipun membutuhkan ketelatenan dan ketekunan untuk menjaganya, mereka tetap mengaku bangga dan senang. Apalagi motor gede ini sudah menjadi hobi yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Mereka adalah komunitas yang getol melestarikan motor-motor jadul bernilai sejarah. Yakni  komunitas motor antique club Indonesia, MACI Jombang atau yang biasa disebut Pathak Warak.  

Kecintaan kelompok ini pada dunia otomotif mendorong puluhan warga Jombang menjadikan motor kuno ber cc besar menjadi hobi kebanggaan.
Mereka biasanya berkumpul di rumah Haji Istono di desa Sanan Selatan Mojoagung  di kelurahan Jombatan Mojokerto kota. Koleksi motor kuno para biker Jombang ini sangat lengkap. Semuanya jenis pabrikan Eropa dan Amerika abad ke-19. Rata-rata motor klasik ini, buatan tahun 1940 hingga 1960. Bahkan motor klasik tertua merk Indian buatan Amerika produksi tahun 1913 juga ada. Seluruhnya masih original.

Selain itu ada juga Harley Davidson, BSA, AJS, DKW Matchless dan lain-lain.
Haji Istono penggemar motor gede ditemui pojokpitu.com, Rabu (15/4)  ini mengatakan komunitas ini berdiri sejak tahun 1970-an. Anggotanya dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Mulai pegawai swasta hingga pejabat.

Meskipun harga motor klasik ini termasuk menguras isi kantong, tujuan mereka hanya satu yakni untuk melestarikan berbagai motor kuno dan antik, yang selama ini selalu mengiringi perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Selain itu, faktor kenyamanan dan keunikan menjadi motivasi tersendiri untuk bisa memiliki motor jadul berkapasitas silinder 250 hingga 1000 cc.
 

Komunitas MACI Jombang dibentuk bukan sekedar hanya kumpul-kumpul ataupun touring.  Namun, karena sebagai sebuah organisasi MACI juga memiliki aturan dan agenda sosial yang harus dilakukan setiap tahunnya.(fer).
 



Berita Terkait

Rempah Nusantara Potensial Rebut Pasar Dunia

Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi

Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi

Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  11 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  8 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  6 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber