Berita Terbaru :
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
   

MACI, kolektor motor gede Klasik dari Jombang
Rehat  Rabu, 15-04-2015 | 16:51 wib
Reporter : Saiful Mualimin
pojokpitu.com, Memiliki barang langka dan unik mungkin bagi sebagian orang menjadi kebanggaan. Seperti halnya komunitas motor gede yang ada di Jombang. Meskipun membutuhkan ketelatenan dan ketekunan untuk menjaganya, mereka tetap mengaku bangga dan senang. Apalagi motor gede ini sudah menjadi hobi yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Mereka adalah komunitas yang getol melestarikan motor-motor jadul bernilai sejarah. Yakni  komunitas motor antique club Indonesia, MACI Jombang atau yang biasa disebut Pathak Warak.  

Kecintaan kelompok ini pada dunia otomotif mendorong puluhan warga Jombang menjadikan motor kuno ber cc besar menjadi hobi kebanggaan.
Mereka biasanya berkumpul di rumah Haji Istono di desa Sanan Selatan Mojoagung  di kelurahan Jombatan Mojokerto kota. Koleksi motor kuno para biker Jombang ini sangat lengkap. Semuanya jenis pabrikan Eropa dan Amerika abad ke-19. Rata-rata motor klasik ini, buatan tahun 1940 hingga 1960. Bahkan motor klasik tertua merk Indian buatan Amerika produksi tahun 1913 juga ada. Seluruhnya masih original.

Selain itu ada juga Harley Davidson, BSA, AJS, DKW Matchless dan lain-lain.
Haji Istono penggemar motor gede ditemui pojokpitu.com, Rabu (15/4)  ini mengatakan komunitas ini berdiri sejak tahun 1970-an. Anggotanya dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Mulai pegawai swasta hingga pejabat.

Meskipun harga motor klasik ini termasuk menguras isi kantong, tujuan mereka hanya satu yakni untuk melestarikan berbagai motor kuno dan antik, yang selama ini selalu mengiringi perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Selain itu, faktor kenyamanan dan keunikan menjadi motivasi tersendiri untuk bisa memiliki motor jadul berkapasitas silinder 250 hingga 1000 cc.
 

Komunitas MACI Jombang dibentuk bukan sekedar hanya kumpul-kumpul ataupun touring.  Namun, karena sebagai sebuah organisasi MACI juga memiliki aturan dan agenda sosial yang harus dilakukan setiap tahunnya.(fer).
 



Berita Terkait

Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19

Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga

Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19

Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  9 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  5 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  5 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber