Berita Terbaru :
Walikota Risma Beri Perhatian Untuk Empat Anak Korban Tukang Sapu Makam Cabul
Nenek Renta Tinggal Di Gubug Reot Tak Layak Huni
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
   

Persaingan Kerajinan Kulit di tengah Trend Mode Dunia
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 15-04-2017 | 17:03 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Tanggulangin merupakan salah satu daerah pusat kerajinan kulit. Walaupun bisnis tersebut telah ada sejak lama dan turun-temurun, tapi untuk bisa tetap kokoh berkembang pesat menjadi tantangan tersendiri.

Ini dikatakan Zainul Lutfi, salah satu pemilik kerajinan kulit di Tanggulangin. Untuk bisa tetap bertahan dan mampu mengembangkan bisnis ini di tengah persaingan mode memang menjadi tantangan tersendiri.

Menjawab tantangan itu, dirinya berupaya terus menciptakan kerajinan yang mengikuti trend mode dunia, tanpa melupakan kearifan lokal. Ini menjadi hal utama agar kerajinan kulit ini tetap bisa berkembang baik.

"Para pengerajin dituntut kreatif dan inovatif dalam menghasilkan sebuah kerajinan kulit. Selain berkaca pada trend mode dunia, tetap berbagai keunggulan yang menjadi kearifan lokal harus juga menjadi garis dalam membuat sebuah kerajinan. Dengan begitu, karya yang dihasilkan tidak sekedar trendy dan modis, tapi juga memiliki khas budaya lokal," ungkap pria yang duduk sebagai anggota DPRD Jatim ini.

Sementara itu, terkait serbuan produk impor, khususnya dari China, Zainul Lutfi menegaskan, produk dari China bukan saingan produk Tanggulangin dikarenakan kualitas produk China jauh dibawah produk Tanggulangin.

"Produk China bahannya bukan dari kulit, sehingga kualitasnya jauh dibawah produk Tanggulangin," ungkap Politisi dari Fraksi PAN ini.

Zainul Lutfi berharap kerajinan kulit di Tanggulangin tidak hanya mampu menguasai pasar domestik, tapi juga dikenal di pasar international. Untuk itu, peningkatan kualitas para pengerajin terus dilakukan agar mampu menghasilkan barang yang memiliki daya saing dan berstandart international agar Tanggulangin bisa menjadi pusat mode dunia.(end)


Berita Terkait

Persaingan Kerajinan Kulit di tengah Trend Mode Dunia
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  18 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  17 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  16 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber