Berita Terbaru :
Peringatan Hari Kemerdekaan di Grahadi Akan Dibatasi
Hari Terakhir Coklit, KPU Sempat Terkendala Coklit di Apartemen dan Daerah Lockdown
Dipanggil Polisi, Dosen UIN yang dipukuli Rekan Seprofesi Dicecar 10 Pertanyaan
Kebakaran Rumah Nyaris Membakar SPBU
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tahan Dua Perangkat Desa Sumberejo
Gadis Bawah Umur Dicabuli Disawah
Sidoarjo Kembali Zona Merah,Kapolresta Sidoarjo Pertayakan Perubahan Tersebut
BKKBN Meminta Pasutri Menunda Kehamilan di Tengah Pandemi Covid 19
Berpura-Pura Beli Es Campur, Janda Anak Satu Nekat Embat Hanphone Penjual
Setiajit Sudah Mengirim Surat Pengunduran Diri ke Gubernur
Penularan Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Seharusnya Dilakukan
Ritual Sembahyang Penghormatan Dewa Diwarnai Kericuhan
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
   

Persaingan Kerajinan Kulit di tengah Trend Mode Dunia
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 15-04-2017 | 17:03 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Tanggulangin merupakan salah satu daerah pusat kerajinan kulit. Walaupun bisnis tersebut telah ada sejak lama dan turun-temurun, tapi untuk bisa tetap kokoh berkembang pesat menjadi tantangan tersendiri.

Ini dikatakan Zainul Lutfi, salah satu pemilik kerajinan kulit di Tanggulangin. Untuk bisa tetap bertahan dan mampu mengembangkan bisnis ini di tengah persaingan mode memang menjadi tantangan tersendiri.

Menjawab tantangan itu, dirinya berupaya terus menciptakan kerajinan yang mengikuti trend mode dunia, tanpa melupakan kearifan lokal. Ini menjadi hal utama agar kerajinan kulit ini tetap bisa berkembang baik.

"Para pengerajin dituntut kreatif dan inovatif dalam menghasilkan sebuah kerajinan kulit. Selain berkaca pada trend mode dunia, tetap berbagai keunggulan yang menjadi kearifan lokal harus juga menjadi garis dalam membuat sebuah kerajinan. Dengan begitu, karya yang dihasilkan tidak sekedar trendy dan modis, tapi juga memiliki khas budaya lokal," ungkap pria yang duduk sebagai anggota DPRD Jatim ini.

Sementara itu, terkait serbuan produk impor, khususnya dari China, Zainul Lutfi menegaskan, produk dari China bukan saingan produk Tanggulangin dikarenakan kualitas produk China jauh dibawah produk Tanggulangin.

"Produk China bahannya bukan dari kulit, sehingga kualitasnya jauh dibawah produk Tanggulangin," ungkap Politisi dari Fraksi PAN ini.

Zainul Lutfi berharap kerajinan kulit di Tanggulangin tidak hanya mampu menguasai pasar domestik, tapi juga dikenal di pasar international. Untuk itu, peningkatan kualitas para pengerajin terus dilakukan agar mampu menghasilkan barang yang memiliki daya saing dan berstandart international agar Tanggulangin bisa menjadi pusat mode dunia.(end)


Berita Terkait

Persaingan Kerajinan Kulit di tengah Trend Mode Dunia
Berita Terpopuler
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  16 jam

Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  8 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  19 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber