Berita Terbaru :
Dwi Sasono Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Gus Mamak : Ponpes Perlu Pehatian Pemerintah Hadapi Era New Normal
Ada Aktor Ditangkap karena Kasus Narkoba, Ini Inisialnya
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Ibu Rumah Tangga Berlatih Menenun Tradisional
Rehat  Rabu, 15-04-2015 | 10:01 wib
Reporter : Achmad Sarwani
Nganjuk pojokpitu.com, - Untuk melestarikan kerajinan kain tenun tradisional agar tak kehilangan generasi, sebuah komunitas pencinta tenun di Nganjuk, menggelar pelatihan pembuatan batik kain tenun secara tradisional. Meski terbilang sulit dan butuh ketelatenan, namun banyak ibu-ibu yang tertarik dan berminat mengikuti pelatihan ini.

Di kantor KPU lama Nganjuk inilah, sejumlah ibu-ibu, mengikuti latihan teknik tenun kain secara tradisional. Latihan yang digelar oleh salah satu pencinta batik tenun ini, diminati oleh warga, terutama para ibu-ibu yang masih mencintai seni tenun.

Pembuatan kain tenun tradisional menggunakan teknik yang terbilang sederhana. Namun bagi para pemula, teknik ini tidaklah semudah dalam menyatukan benang-benang hingga membentuk sebuah motif tenun yang berkualitas.

Dibutuhkan ketelatenan, dan kesabaran, terutama kekayaan seni untuk meragi warna benang dan hiasan. Sehingga hasil kain tenun berkualitas dan indah dalam tata warna, serta motifnya.

Seperti yang dirasakan oleh Siti Niamah, warga kelurahan Begadung, kecamatan Kota Nganjuk ini, mengaku kesulitan saat menggabungkan benang secara memanjang dan melintang dengan menggunakan alat tradisional yang terbuat dari kayu. Terlebih saat benang putus, harus disambung kembali.

Menurut Nur Sahrur, instruktur pelatihan, dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk bisa menguasai teknik dalam membuat kain tenun tradisional. Namun pada tataran pemula, ia memastikan dalam satu minggu, peserta sudah bisa membuat hasil karya kain tenun.

Kain hasil tenun memang memiliki kekhasan tertentu. Disamping motif gambar dari olahan benang yang sama ketika dibolak-balik, tenun juga menjadi ciri khas dari sebuah budaya di masyarakat.

Diharapkan dengan pelatihan yang berlangsung hingga minggu depan ini, masyarakat bisa lebih mencintai dan melestarikan kerajinan tenun tradisional. Pemerintah juga diharapkan bisa berperan aktif membantu pelestarian tenun tradisional dengan melakukan promosi dalam penjualan hasil tenun.(pul)


Berita Terkait

Putra Putri Tenun Siap Tampil Wakili Jatim Bersaing di Ajang Pemilihan Nasional

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Banjir Pesanan Tikar Tenun Jadi Berkah Warga Desa Bringin Ngawi

Berkah Ramadan, Pesanan Kain Tenun Ikat Bandar Meningkat
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  11 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  9 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  8 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber