Berita Terbaru :
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
   

Jatim Persiapkan diri Masuki MEA 2015
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 14-04-2015 | 19:08 wib
Reporter : Selvy Wang
pojokpitu.com, Jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemprov Jawa Timur selenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016 untuk percepatan pembangunan insfrastruktur guna meningkatkan daya saing dalam menghadapi MEA pada akhir 2015.

"Melalui Musrenbang ini, kami ingin mempertegas bahwa Jatim siap dan optimis dapat bertarung pada pasar bebas Asean. MEA membuka koridor baru yang harus dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Jatim. Selain menjadi basis perdagangan, industri, investasi dan tenaga kerja ahli, Jatim juga terus membangun regulasi yang bisa memihak kepada kepentingan masyarakat," ungkap Gubernur Jatim Soekarwo saat buka Musrenbang rencana Kerja Pembangunan Daerah Jatim 2016 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa (14/4).

Pada MEA akhir 2015 nanti, Pemprov Jatim terus memfokuskan pada percepatan pembangunan bidang infrastuktur ekonomi, sosial dan administrasi. Infratruktur dalam arti luas tidak hanya mengedepankan fisik, tapi juga dapat meningkatka? daya saing.

Dalam paparannya disebutkan, infrastruktur ekonomi terdiri dari ruang lingkup yang luas meliputi publik work seperti perbaikan jalan provinsi dan penuntasan JLS, jaringan irigrasi, perluasan pelabuhan udara dan laut guna mempercepat konektivitas intra Jatim dan Jatim Eksternal.

Untuk infrastruktur sosial, ruang lingkupnya meliputi infrastruktur pendidikan difokuskan pada sarana dan prasarana sekolah. Infrastruktur sosial lainnya seperti kesehatan yang memfokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit hingga revitalisasi puskesmas serta peningkatan dan pembenahan perumahan, air minum dan sanitasi.

Sedangkan, untuk infrastruktur administrasi/institusi ruang lingkupnya meliputi penegakan hukum, keamanan dan ketertiban. Peningkatan koordinasi, integrasi, sinergi dan singkronisasi.
 
Menurut Fatah Jasin  Kepala Bappeda Provinsi  Jatim semua jenis insfratruktur adalah porsi besar provinsi  terutama  adalah jalur lintas selatan (JLS),  karena di daerah selatan itu  terjadi ketimpangan dan disparitas wilayah.   Padahal daya dorong dan gerak pada sebuah pertumbuhan ekonomi harus didasarkan pada bahan baku yang ada di potensi wilayah.
 
Banyak potensi yang berada di wilayah selatan seperti  perkebunan,  perikanan dan pertambangan.   Jika itu disentuh dengan insfrastruktur yang memadai maka  peluang untuk  menarik investor yang dapat  membangun industri pengolahan dan menggali potensi wilayah  akan sangat besar.
 
"Kebetulan kita juga menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kita melihat ideks disparitas wilayah di jaringan lintas selatan masih terkendala infrastruktur. Terjadi ketimpangan infrastruktur di sana. Kalau sudah kita sentuh pembangunan infrastrukturnya, tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan banyak investor," ujar Fattah Jasin
 
Selain insfrastruktur, bidang perhubungan juga tidak luput dari perhatian pemerintah.  Insfrastruktur darat  darat seperti  kereta api dan rel atau Elevated Railway untuk jalur yang menghubungkan stasiun Gubeng dan bandara juanda  juga tidak luput, karena itu harus dipenuhi pemerintah supaya sinkron antara moda dan intermodal.
 
Pemerintah provinsi jatim sendiri telah menyiapkan anggaran  senilai Rp 500 miliar dari APBD Jatim tahun 2016 untuk membangun infrastruktur di wilayah selatan ini.
 
Sementara itu, Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Jatim telah menjadi keterkaitan ekonomi terhadap daerah lain. Hal tersebut bisa terlihat dari keterkaitan ekonomi Jatim dengan Indonesia Bagian Timur. 

"Anggapan awal saya, Jakarta adalah provinsi yang memiliki keterkaitan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia karena Jakarta adalah ibukota negara. Akan tetapi, setelah dilakukan perhitungan dan analisa mendalam ternyata yang paling tinggi konektifitasnya ekonomi dengan daerah lain yakni Jatim," jelasnya.(ern)  


Berita Terkait

Jatim Persiapkan diri Masuki MEA 2015
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  10 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  7 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  10 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber