Berita Terbaru :
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
   

Menguatkan Pandangan Islam Melalui Pesantren Seni Budaya
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 14-04-2015 | 13:40 wib
Reporter : Felli Kosasi
Salah satu kegiatan Pesantren Ar Rahman Jember. Foto: Kosasih
Jember pojokpitu.com, Sebuah pesantren di Jember, mencoba memberikan pemahaman Islam yang sesungguhnya. Santri tidak hanya dibekali ilmu Al Quran dan Al Hadist, tapi justru banyak diajarkan seni dan budaya.

Santri di Pesantren ArRrahman, Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari Jember, berdiskusi tentang budaya islam dan kearifannya merupakan aspek utama yang diajarkan. Di pesantren ini, para santri tidak hanya diajarkan mengaji  atau pendidikan formal lainnya, melainkan menyisipkan pesan moral melalu seni dan budaya. Santri diajarkan cara mengartikulasikan tentang keindahan peradaban manusia, dan alam semesta, melalui tarian, musik, teather, dan melukis.

Untuk santri yang mempunyai bakat di bidang usaha, pesantren menyiapkan lahan untuk berwirausaha. Mulai budidaya ikan, burung berkicau dan usaha ekonomi kreatif lainnya.

Menurut pengasuh pondok pesantren Ar Rahman, Gus Oong, sengaja ingin memberikan warna baru dalam mengajarkan agama Islam dengan kreatifitas berkesenian, ekonomi kerakyatan dan religiutas.

"Pola pengajaran tersebut dianggap efektif, setidaknya untuk memfilter ajaran dan faham radikalisme yang kini merambah dikalangan santri dan pesantren," kata Gus Oong pengasuh Pesantren Ar Rahman

Santri yang belajar di pesantren ini datang dari berbagai latar belakang, mulai pelajar, mahasiswa, pengusaha, hingga musisi. Sejumlah nama besar di bidang seni lahir dari pesantren ini. Diantaranya Opick, Carlie hingga almarhum Uje.

Selain pendidikan non formal, pesantren juga membuka sekolah formal mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Serta seluruh siswanya tidak dipungut biaya. (pul)



Berita Terkait

Opop Akan Gelar Expo Produk Pesantren Selama Tiga Hari Di Jx Internasional

Fraksi PKB Akan Ajukan Perda Pesantren

F-PKB Minta Pemkab Perhatikan Madrasah dan Pesantren

Fraksi PKB Usulkan Raperda Pondok Pesantren
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  10 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  9 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber