Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Foto: mobil123.com
Wakil Rakyat Ngotot Ingin Atur Taksi Online
Kamis, 06-04-2017 | 14:07 wib
Oleh : Budi Prakoso
Surabaya pojokpitu.com, Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji tetap ngotot ingin melakukan penataan terhadap taksi on line yang beroperasi di Kota Surabaya. Karena selama ini taksi on line dianggap seenaknya, mengambambil dan menurunkan di sembarang tempat.

Taksi on line yang memiliki ijin dalam bentuk apapun di Kota Surabaya, maka dewan telah melakukan penggodokan perda terkait penataan taksi on line yang semakin menjamur.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji telah mengusulkan kepada walikota untuk membatasi jumlah taksi berbasis on line hanya 250 kendaraan.

Armuji ngotot untuk segera meluluskan perda tentang taksi on line, karena selama ini taksi on line tidak mematuhi peraturan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya terkait aturan yang diberlakukan Dinas Perhubungan.

"Dengan adanya Perda tersebut, maka taksi on line tidak bisa lagi seenaknya mengambil penumpang, karena akan ada pembatasan jumlah kendaraan taksi on line," kata Armuji. Dalam pertemuan di ruang kerja, Armuji mengajak pakar tata kota, dan pakar lalu lintas jalan serta Organda dan perwakilan taksi on line untuk membahas penataan tersebut. (pul) 

Berita Terkait


Hindari Gesekan, Kesepakatan Taksi Online dan Konvensional Dirumuskan

Sopir Taksi Online Sambut Gembira Permenhub No. 108/2017 Dicabut

Bamsoet Desak Perusahaan Taksi Online Cegah Driver Jahat

Merasa Didzolimi Taksi Online, Sopir MPU Lurug Dishub


Berebut Wanita, Sopir Taksi Online Tewas Dikeroyok Pemuda

Lakukan Aksi Penipuan Pemesanan Taksi Online, 3 Warga Surabaya Disidangkan

Bamsoet Desak Perusahaan Taksi Online Cegah Driver Jahat

Polrestabes Bongkar Sindikat Order Fiktif Taksi Online
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber