Berita Terbaru :
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
Daop 9 Batalkan Perjalanan Dua Kereta Api, Sampai Lebaran Ratusan Tiket Dibatalkan
Antisipasi Kedatangan Pemudik Polres Mojokerto Dirikan Posko Screening di Gerbang Tol Sumo
12 Warga Lamongan Positif Corona
Lima Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Lainnya Membaik
Akses Keluar Masuk Desa Diperketat Secara Mandiri
Diapit Wilayah Zona Merah Bupati Dirikan Check Point di Tiga Pintu Masuk
Rumah Khusus Penampungan Warga Status ODR
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran Virus Korona
   

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 27-03-2017 | 21:42 wib
Reporter : Anas Muslimin
Pasuruan pojokpitu.com, Persiapan demi persiapan pun terus dilakukan warga Desa Baledono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan sebelum acara upacara pembersihan diri atau Ritual Mecaru di tempat peribadatan.

Upacara Mecaru ini adalah upacara umat Hindu untuk menyucikan diri dari kekuatan roh jahat, sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Salah satunya dengan membawa boneka raksasa buruk rupa atau yang biasa disebut ogoh-ogoh.

Puncak acara Mecaru Agung ini bertempat di lapangan desa, dengan membuat bentuk ogoh-ogoh yang merupakan simbolisasi dari Batara Kala atau kekuatan jahat. Warga Suku Tengger pun khusyuk menjalani ritual sebelum Hari Raya Nyepi besok.

Prosesi ritual Mecaru dipimpin oleh pemangku agama Hindu setempat. Salah satu prosesi ritual Mecaru adalah pembersihan diri dengan membawa berbagai macam alat pertanian, seperti cangkul, sapu lidi, dan kentongan untuk mengusir roh-roh jahat agar lenyap dari desanya.

Bagi sebagian warga Suku Tengger, makna Hari Nyepi untuk menyambut tahun baru Saka 1939 kali ini, mereka berharap rakyat Indonesia terhindar dari bahaya dan bersatu membangun bangsa Indonesia ke depan. Selain itu, diharapkan agar masyarakat Hindu Tengger sejahtera dan terhindar dari malapetaka. Ini disampaikan seorang tokoh adat, Supri. 

Selanjutnya, setelah melakukan ritual di desa, warga pun mengarak ogoh-ogoh ke kecamatan dan dikumpulkan bersama ogoh-ogoh dari desa lainnya, sebelum dibakar secara ramai - ramai.(end)




Berita Terkait

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh
Berita Terpopuler
5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  8 jam

Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  4 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  10 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber