Berita Terbaru :
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
Daop 9 Batalkan Perjalanan Dua Kereta Api, Sampai Lebaran Ratusan Tiket Dibatalkan
Antisipasi Kedatangan Pemudik Polres Mojokerto Dirikan Posko Screening di Gerbang Tol Sumo
12 Warga Lamongan Positif Corona
Lima Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Lainnya Membaik
Akses Keluar Masuk Desa Diperketat Secara Mandiri
Diapit Wilayah Zona Merah Bupati Dirikan Check Point di Tiga Pintu Masuk
Rumah Khusus Penampungan Warga Status ODR
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran Virus Korona
Tim Medis Periksa Seluruh Perangkat Desa Geger
Petugas Bubarkan Kerumunan dan Pemuda Pesta Miras
Polisi Patroli dan Bubarkan Warga yang Nongkrong di Warkop
Hindari Kawasan Merah Covid-19, TKI dan Santri Mudik, Penumpang Kapal Membludak
   

Butuh Waktu Dua Bulan untuk Buat Delapan Ogoh-Ogoh
Metropolis  Minggu, 26-03-2017 | 17:44 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Menyambut perayaan Hari Nyepi yang jatuh pada Selasa, 28 Maret mendatang, para penganut agama Hindu telah melakukan sejumlah prosesi upacara. Dimulai dari Melasti, tawur atau pecaruan, hingga pengrupukan, merupakan prosesi jelang perayaan Nyepi yang membutuhkan waktu cukup panjang.

Salah satu prosesi utama sebelum perayaan Nyepi yaitu, pengarakan dan pembakaran ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang pada umumnya berbentuk buto atau kolo yang mewakili simbol kejahatan, kenistaan, dan dosa.
 
Ogoh-ogoh ini pada akhirnya akan diarak dan dibakar setelah prosesi utama, sebagai simbol pemusnahan atau penyucian diri para penganut dari dosa dalam setahun lalu.
 
Namun perlu diketahui, pembuatan ogoh-ogoh ini tentu saja membutuhkan waktu yang panjang, sumber daya manusia trampil dan biaya relatif besar. Seperti yang dilaksanakan oleh Pura Kenjeran Surabaya ini misalnya.
 
Untuk membuat delapan buah ogoh-ogoh, dibutuhkan sekitar 40 hingga 50 tenaga mahasiswa tekhnik dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Pembuatan ogoh-ogoh ini dimulai dari konsep, persiapan bahan-bahan, hingga proses pembuatannya, dibutuhkan waktu hampir dua bulan.
 
"Untuk delapan buah ogoh-ogoh, dibutuhkan puluhan batang bambu, puluhan kilogram kertas berupa koran bekas, cat, kain, hingga lem. Untuk pembuatan satu buah ogoh-ogoh, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta," tutur I Made Murata, pembuat ogoh-ogoh.
 
Diharapkan, delapan ogoh-ogoh ini akan tuntas nanti malam dan segera digunakan untuk prosesi pengarakan serta pembakaran, sebagai simpol penyucian.(end)
 

 


Berita Terkait

Jelang Nyepi, Pemuda di Banyuwangi Buat Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Butuh Waktu Dua Bulan untuk Buat Delapan Ogoh-Ogoh
Berita Terpopuler
5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  7 jam

Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  2 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  9 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber