Berita Terbaru :
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
   

Polda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp. 10 M
Metropolis  Sabtu, 25-03-2017 | 13:36 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Berita Video : Polda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp. 10 M
Surabaya pojokpitu.com, Kepolsian Daerah (Polda ) Jawa Timur berhasil mengungkap 8 kasus illigal fishing atau penyelundupan benih lobster, dengan total 24.750 ekor benih lobster. Benih lobster senilai Rp. 10 miliar ini rencananya akan dikirim ke luar negeri melalui Bandara Juanda Surabaya.

Sebanyak 33.121 ekor benih lobster atau benur ini, disita petugas Ditreskrimsus Polda Jatim dari 19 pelaku. Benih lobster senilai hampir sepuluh miliar ini harusnya tak boleh diperjualbelikan, karena ukurannya masih terlalu kecil. Modus operandi para pelaku penyelundupan ini dengan cara membeli ribuan benih benur dari nelayan dan pengepul di kawasan pantai, seperti Trengalek, Banyuwangi dan Malang.

Setelah terkumpul, benih lobster ini kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah diberi oksigen dan dikemas dalam kardus sterofom. Kardus berisi benih lobster ini lalu dikirim ke pemesan di daerah Pasuruan dan Banyuwangi.

Permintaan pasar yang tinggi terhadap lobster, mebuat harga jualnya melambung tinggi. Satu benih lobster dihargai Rp. 20 ribu, sedangkan untuk lobster besar, dihargai Rp. 200 ribu perekor. Tingginya harga jual ini membuat para pelaku penyelundupan tergiur mengirim lobster ke luar negeri, seperti China dan Singapura.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, akibat perbuatannya, para pelaku penyelundupan akan dijerat dengan Undang-Undang nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 8 tahun dan denda Rp. 1,5 miliar. (mud) 

Berita Terkait

Sidang Penyelundupan Baby Lobster Melibatkan Oknum Angkasa Pura 1

Polres Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Lobster Asal Lombok

Polda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp. 10 M
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  9 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  5 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  8 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber