Berita Terbaru :
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
Menkes Akan Berkantor di Jatim Setiap Akhir Pekan, Ini Penyebabnya
Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Beda Aerosol dan Droplet, Pahami Penularan Virus Korona Lewat Udara
Bahas Perkantoran Tak Andalkan AC untuk Cegah Covid-19 Lewat Udara
   

Lomba Perahu Tradisional, 36 Tim Nelayan Berlaga di Laut
Metropolis  Minggu, 12-03-2017 | 09:20 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Sebanyak 36 tim nelayan Bulak Rukem, Kenjeran, Surabaya, berlaga dalam lomba perahu tradisional, Sabtu siang. Lomba ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, bekerjasama dengan Institut Tekhnologi 10 Nopember Surabaya (ITS) untuk mengenalkan salah satu potensi wisata di Surabaya.

Lomba perahu tradisional ini mengutamakan tekhnik berlayar dalam memanfaatkan angin, morfologi atau tekhnik bentuk perahu dan kecepatan.
 
Dalam lomba ini, dibagi dalam tiga sesi dan setiap sesi diikuti oleh 12 tim nelayan. Setiap tim diikuti oleh dua hingga tiga nelayan, yang memiliki fungsi masing-masing. Di antaranya, juru mudi, penyeimbang perahu.
 
Perahu tak bermesin ini dikendalikan layar dan hanya memanfaatkan arah angin. Tentu saja, mengendalikan perahu layar dengan mengendalikan angin memang tak mudah. Setiap nelayan memiliki kecakapan, keuletan, dan pengalaman dalam mengendalikan perahunya. Demikian diungkapkan Widodo Suryantoro, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya.
 
Penyelengaraan lomba perahu tradisional ini diharapkan mampu mempromosikan potensi kampung nelayan di Bulak Rukem, Kenjeran Surabaya. Selain mengenalkan wisata kampung nelayan, dikenalkan pula produksi hasil laut yang menjadi andalan para nelayan.(end)

 


Berita Terkait

Lomba Perahu Tradisional, 36 Tim Nelayan Berlaga di Laut
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  15 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  14 jam

Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Pilkada  13 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  19 menit



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber