Berita Terbaru :
Lakukan Karantina Wilayah, Bantuan Terus Berdatangan
Cegah Covid-19, Ormas Lakukan Penyemprotan Disinfectan Swadaya
Ini Alasan Penting Tidur Cukup Bagi Penderita Diabetes
Pencuri Bersajam Bawa Kabur Sepeda Motor Usai Satroni Kampung
Pedagang Diduga Terpapar Covid-19, Pasar Grosir Surabaya Ditutup
Mendapat Protes Pedagang, PD Pasar Surya Tetap Menutup Pasar Kapasan
Untuk Mengetahui Stok Darah Aman di Jatim, Gubernur Sidak ke Kantor PMI Jatim
Rusunawa Milik Pemkab Lamongan Disiapkan Untuk Ruang Isolasi Covid 19
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penundaan Penutupan
Pengalihan Arus Surabaya-Ponorogo dan Sebaliknya
Dinas Pendidikan Jatim Minta Gedung SD Jadi Ruang Isolasi Pemudik
Tanah Gerak, 5 Rumah Warga Ponorogo Dikosongkan
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
   

Ini Larangan Keras Mendikbud Soal Skip Challenge
Pendidikan  Sabtu, 11-03-2017 | 19:23 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Jakarta, menjadi viral pada media sosial, Skip Challenge makin meresahkan masyarakat. Skip challenge, perilaku seseorang sengaja dibuat berhenti bernapas sejenak mulai marak dilakukanpara pelajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun angkat bicara.

Mendikbud melarang keras para pelajar untuk melakukan aktivitas itu. Ia juga mengimbau para guru dan kepala sekolah memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah. 

"Ini sangat berbahaya. Siswa harus diberikan larangan keras. Guru dan Kepala Sekolah harus memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah," tegas Mendikbud di sela-sela kunjungan kerjanya, Sabtu (11/3/2017).

Melalui viral video yang ramai beredar di media sosial, menunjukkan siswa yang melakukan tantangan skip challenge atau pass out challenge. Tantangan ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan pelakunya kejang dan pingsan. Banyak siswa menganggap bahwa aktivitas tersebut merupakan pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan.

Tetapi, tanpa disadari oleh para siswa, mereka pingsan karena asupan oksigen ke otak terhenti beberapa saat. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan berakibat fatal seperti terjadinya kerusakan otak atau kelumpuhan organ-organ vital lainnya. Praktisi kesehatan telah melarang tantangan yang berbahaya ini. Namun, masih banyak yang belum memahami risikonya. (end)

Berita Terkait

Ini Larangan Keras Mendikbud Soal Skip Challenge
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  11 jam

Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Peristiwa  10 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  16 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  23 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber