Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Banyak Penyakit, Nyawa Bayi Gizi Buruk Terancam
Kesehatan  Rabu, 01-03-2017 | 21:44 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Bayi berumur 8 bulan asal Kabupaten Ngawi, terpaksa harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Dokter Soeroto Ngawi, akibat menderita gizi buruk. Bayi perempuan tersebut, susah makan karena mengalami berbagai macam penyakit, yang dibawa sejak dalam kandungan.

Untuk ketiga kalinya, tim medis Rumah Sakit Dokter Soeroto Ngawi, menangani perawatan Isna Uli Ramadhani. Bayi perempuan berumur 8 bulan  tersebut, tergolek lemah, karena menderita gizi buruk tipe Marasmus, sejak 18 hari lalu. 

Tak hanya menderita  gizi buruk , bayi malang ini juga  menderita bibir sumbing. Anak kedua pasangan Zaenal Arifin dan Siti Nur Aisyah, warga Desa Pandansari Jururejo Kota Ngawi, susah makan sehingga badannya kurus. Untuk menyelamatkan nyawanya, tim medis memberikan cairan infus.

Uli diketahui mengalami banyak penyakit sejak dilahirkan oleh ibunya, sekitar 8 bulan lalu.  Kondisi ini menyebabkan  perawatan dengan tanpa tenaga profesional. Kondisi itulah, yang membuat uli kembali dirawat. 

Sebelumnya, setelah lahir, Uli pernah dirawat selama 2 bulan. Setelah itu, juga mendapatkan perawatan kedua kalinya di rumah sakit, karena panas.

Tim medis, mengaku berusaha semaksimal mungkin, untuk memulihkan fisik bayi. Jika bisa dipulihkan, akan dirujuk untuk menjalani operasi. Namun upaya tersebut, terhalang oleh banyaknya penyakit, yang terdeteksi pada tubuh bayi. Semua penyakit, diderita sejak dalam kandungan, karena Siti Nur Aisyah mengalami infeksi toksoplasma. Demikian dipaparkan Dr. Melita Widiasuti, Dokter RSUD Dokter Soeroto.

Isna Uli Ramdhani telah mendapatkan layanan kesehatan khusus, dari pihak rumah sakit dan pemerintah, termasuk dirujuk untuk menjalani perawatan ke Rumah Sakit Umum Provinsi  Dokter Soedhono di Kota Madiun. Namun karena terkendala biaya operasional, orangtuanya memilih tetap dirawat di Rumah Sakit Dokter Soeroto.
    
Meskipun sudah pasrah dengan kondisi tersebut, orang tua korban masih berharap ada secercah harapan untuk menyelamatkan nyawa anak keduanya. Untuk itu, diharapkan masyarakat ikut peduli, membantu biaya pengobatan Isna Uli Ramadhani.(end)




Berita Terkait

Banyak Penyakit, Nyawa Bayi Gizi Buruk Terancam
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  13 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  13 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Peristiwa  3 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber