Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Kamis, 02-02-2017 | 16:48 wib
Oleh : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Peningkatan harga kedelai impor di awal tahun 2017 ini berimbas bagi industri rumahan tahu dan tempe. Khususnya di Kota Jember, kenaikan kedelai impor menembus harga sekitar Rp 8.700 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai ini tentu membuat sejumlah produsen industri rumahan tahu dan tempe, pusing tujuh keliling. Pasalnya, mereka tidak ingin berpindah ke kedelai lokal sebagai bahan baku, yang harganya cukup murah yaitu Rp 5000 per kilogram.
 
Produsen tahu dan tempe rata - rata mensiasati dengan mengurangi ukuran tahu dan tempe hingga 20 persen untuk mengurangi resiko kerugian. Seperti yang dilakukan oleh produsen tahu dan tempe yang berada di Jalan Melati, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. Ada sekitar dua rumah produsen, yang masih bertahan di tengah harga kedelai yang semakin mahal.
 
Salah satunya, Imam, produsen tahu dan tempe, terpaksa mengurangi ukuran karena tidak ada jalan lain untuk menutup kenaikan ongkos produksi. Dirinya enggan menaikkan harga jual karena takut pelanggannya kabur. Sementara kualitas kedelai impor yang bagus membuat dirinya enggan beralih ke kedelai lokal.
 
Pemerintah dituntut segera menstabilkan harga kedelai impor, jika tidak ingin para produsen tahu dan tempe gulung tikar.(end)


Berita Terkait


Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber