Berita Terbaru :
Satu ASN Positif Corona, Kemenag Berlakukan Karantina Mandiri
Posko Terpadu Pemantauan Warga Pendatang Dioperasikan di Stasiun dan Terminal
Sebut Dokter RSNU Positif Corona, WA Bupati Tuban Langsung Jadi Viral
Warga Magetan Jaga Kawasan Tertib Physical Distancing
Pemkab Ngawi Hapus Tarikan Retribusi Pedagang Pasar
Petugas dan Tim Medis Diperintahkan Awasi Zona Merah
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jadi Endorse Arisan Online, Tyara Barbie Diperiksa Polda Jatim
   

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 02-02-2017 | 16:48 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Peningkatan harga kedelai impor di awal tahun 2017 ini berimbas bagi industri rumahan tahu dan tempe. Khususnya di Kota Jember, kenaikan kedelai impor menembus harga sekitar Rp 8.700 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai ini tentu membuat sejumlah produsen industri rumahan tahu dan tempe, pusing tujuh keliling. Pasalnya, mereka tidak ingin berpindah ke kedelai lokal sebagai bahan baku, yang harganya cukup murah yaitu Rp 5000 per kilogram.
 
Produsen tahu dan tempe rata - rata mensiasati dengan mengurangi ukuran tahu dan tempe hingga 20 persen untuk mengurangi resiko kerugian. Seperti yang dilakukan oleh produsen tahu dan tempe yang berada di Jalan Melati, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. Ada sekitar dua rumah produsen, yang masih bertahan di tengah harga kedelai yang semakin mahal.
 
Salah satunya, Imam, produsen tahu dan tempe, terpaksa mengurangi ukuran karena tidak ada jalan lain untuk menutup kenaikan ongkos produksi. Dirinya enggan menaikkan harga jual karena takut pelanggannya kabur. Sementara kualitas kedelai impor yang bagus membuat dirinya enggan beralih ke kedelai lokal.
 
Pemerintah dituntut segera menstabilkan harga kedelai impor, jika tidak ingin para produsen tahu dan tempe gulung tikar.(end)


Berita Terkait

Mahalnya Harga Kedelai Impor, Pengusaha Tempe Tahu Kurangi Ukuran
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  15 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  14 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  12 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  14 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber