Berita Terbaru :
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
   

Bidik Posisi Kedua, Indonesia Proyeksikan 70-an Emas
Olah Raga  Selasa, 07-04-2015 | 15:03 wib
Reporter :
Menpora Imam Nahrawi beserta jajaran pejabat eselon I dan II Kemenpora hari Senin (6/4) siang menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR. (foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Jakarta pojokpitu.com, Memperbaiki peringkat ke posisi kedua merupakan target Indonesia pada SEA Games 2015 di Singapura, Juni mendatang. Untuk mewujudkan harapan tersebut, kontingen Merah Putih diestimasikan harus bisa meraih 72 sampai 79 medali emas.

"Target  SEA Games 2015 adalah perbaikan peringkat ke posisi kedua dari posisi keempat pada SEA Games sebelumnya. Pada SEA Games 2015, estimasi peringkat satu adalah 92-98 medali emas, peringkat dua 72-79 medali emas, dan peringkat tiga 44-58 medali emas," kata Menpora Imam Nahrawi saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (6/4).

Target perbaikan peringkat memang cukup realistis bagi Indonesia. Sebab, pada SEA Games 2013 di Myanmar, Indonesia hanya menduduki peringkat keempat dengan mengumpulkan 32 medali emas, di bawah Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

Dalam Raker bersama Komisi X DPR tersebut, Menpora didampingi jajaran pejabat Eselon 1 dan 2 Kemenpora serta BOPI. Diantaranya Sesmenpora Alfitra Salamm, Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, Deputi Kemitraan dan Harmonisasi Gatot Dewa Broto, Kabiro Humas Sriyono, Staf Khusus Bidang Olahraga M Khusen Yusuf, Staf Khusus Kemitraan dan Harmonisasi Faisol Reza, Ketua BOPI Noor Aman, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam paparan mengenai SEA Games 2015, Indonesia akan mengikuti 33 cabor, 308 nomor pertandingan, dan 506 atlet. Untuk mewujudkan target peringkat dan estimasi medali, Menpora melaporkan pelaksanaan program yakni pemusatan latihan dalam Program Indonesia Emas (PRIMA). Kemudian mengintensifkan program cabor/nomor unggulan, melaksanakan training camp cabor potensial ke luar negeri,tryout internasional, mendatangkan pelatih asing, pendampingan pelatih fisik, sport intelligent program, pendampingan psikolog, tenaga medik, nutrisionis, motivator, dan pengawasan doping.

Komisi X DPR mendukung penuh Kemenpora mengambil langkah-langkah strategis dalam persiapan menghadapi SEA Games 2015. "Komisi X mendukung Kemenpora mengambil langkah-langkah strategis agar keikutsertaan atlet nasional dalam SEA Games 2015 tidak menghadapi kendala dan mencapai target yang dibidik," kata Pimpinan Ketua Komisi X DPR, Teuku Riefky Harsya saat membacakan kesimpulan Raker.

Selain SEA Games, Raker kali ini juga membahas berbagai rencana strategis Kemenpora lainnya. Seperti PON 2016, persiapan tuan rumah Asian Games 2018 dan Pelaksanaan Kickoff kompetisi sepakbola ISL (QNB League) 2015. Raker sempat alot saat membahas rekomendasi BOPI yang tidak memberikan lampu hijau kepada dua klub ISL, Persebaya dan Arema Malang.

Namun akhinrya, Raker tersebut melahirkan kesimpulan bahwa terkait pelaksanaan kickoff ISL (QNB League) 2015 ini, Komisi X mendorong Menpora dan BOPI untuk terus melakukan pembinaan.  Terhadap dua klub yang belum memperoleh rekomendasi, juga diharapkan bisa dipertimbangkan mengikuti ISL 2015 dengan catatan sejauh persyaratan dapat segera dipenuhi hingga akhir setengah musim kompetisi yang dibuktikan dengan kesepakatan tertulis dan bermaterai dari pihak-pihak yang bersengketa. (adv/mas/jpnn/pul)


Berita Terkait

Selamat Thailand, Sampai Jumpa di Kuala Lumpur 2017

Bidik Posisi Kedua, Indonesia Proyeksikan 70-an Emas
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  11 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  10 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  9 jam

Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Jatim Awan

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber