Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Kepala Dinas PMPTSP, Eko Agus Supiadi
Pemkot Bebaskan Perijinan Demi Dongkrak Investasi Rp 21,43 Triliun
Rabu, 18-01-2017 | 12:42 wib
Oleh : Budi Prakoso
Surabaya pojokpitu.com, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Surabaya, memberikan kemudahan kepada pengusaha yang membuka usaha di Kota Surabaya.

Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, optimistis, pertumbuhan ekonomi di kota pahlawan akan kembali naik di tahun 2017. Untuk tahun 2017 ini, menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 21,43 triliun. Target itu naik dari tahun 2016 sebesar Rp 20,99 triliun.

Menurut Kepala Dinas PMPTSP, Eko Agus Supiadi, kondisi Surabaya sangat mendukung untuk pertumbuhan investasi. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Surabaya selalu mengalami peningkatan. "Salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi yaitu realisasi investasi serta beberapa faktor lainnya," kata Eko Agus.

Faktor paling utama adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Pemkot Surabaya telah membangun jalan-jalan baru seperti frontage road sisi barat yang terbukti mampu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan jalan Ahmad Yani. Kondisi keamanan Kota Surabaya yang kondusif juga menjadi syarat utama sebuah kota bisa jadi destinasi investasi.

Target realisasi investasi sebesar Rp 21,43 triliun di tahun 2017 ini, terdiri dari target Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 10,45 juta  dolar, atau setara dengan Rp 135, 85 juta. Serta  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 568,236 miliar dan investasi daerah sebesar Rp 20.722 triliun.

Merujuk pada kondisi realisasi investasi PMA dalam 3 tahun terakhir tahun 2014 sampai 2016, ada 5 sektor yang menjadi penunjang terbesar investas. Sektor perdagangan besar, kecuali mobil dan sepeda motor sebesar 6 persen, perdagangan reparasi dan perawatan mobil sebesar 12 persen. Tiga sektor lainnya yakni industri pengolahan tembakau, perdagangan eceran, serta real estate yang masing-masing berkonstribusi sebesar 5 persen.

Untuk investasi PMDN dalam 3 tahun terakhir, sektor yang paling berkonstribusi dalam menunjang investasi, sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan sebesar 25 persen, perdagangan besar,kecuali mobil dan sepeda motor sebesar 19 persen, industri makanan sebesar 18 persen, industri logam dasar barang logam, mesin dan elektronik sebesar 17 persen, serta industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 10 persen. (pul)

Berita Terkait


Pemkot Bebaskan Perijinan Demi Dongkrak Investasi Rp 21,43 Triliun

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber