Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

BI : Kendalikan Harga Pangan Strategis, Itu Cara Untuk Tekan Inflasi
Kamis, 12-01-2017 | 19:04
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Naiknya sejumlah kebutuhan di awal tahun diprediksi Bank Indonesia akan menyebabkan inflasi. Meski begitu, pihaknya lebih memilih mengendalikan harga pangan strategis untuk menekan terjadinya inflasi.

Secara nasional, Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia, memprediksi nilai inflasi tahun 2017 sebesar 4 plus minus 1 persen. Kenaikan sejumlah kebutuhan pokok, seperti tarif listrik 900 volt ampere, BBM nonsubsidi dan volatile food menjadi pemicu inflasi di awal tahun. 

Salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi agar tidak semakin tinggi adalah dengan menekan harga pangan strategis, seperti beras, cabai, bawang dan daging sapi.

"Pembentukan cluster khusus beberapa jenis komoditas juga dipercaya dapat mengendalikan laju inflasi," tutur Agus Martowardojo. 

Dengan pengendalian inflasi yang sudah dipetakan, dianggap menguntungkan perekonomian. Ini tercermin dari inflasi tahun lalu yang relatif terkendali. Hanya sebesar 3,02 persen. Dilihat dari cadangan devisa yang meningkat menjadi 115 milyar US dollar,  sebagai pertanda perekonomian yang baik di awal 2017.(end)



Berita Terkait

11-02-2017 | 10:52
Penyesuaian Tarif Listrik Penyumbang Utama Inflasi
09-02-2017 | 21:10
Ini Penyebab Inflasi di Kota Madiun
12-01-2017 | 19:04
BI : Kendalikan Harga Pangan Strategis, Itu Cara Untuk Tekan Inflasi
11-01-2017 | 18:26
Kecewa Inflasi, Massa Lempari DPRD Jatim dengan Tomat Busuk

11-01-2017 | 17:19
Gubernur BI : Pemimpin Baru Diharapkan Bisa Kendalikan Inflasi
03-01-2017 | 19:37
Sepanjang 2016, Jatim Inflasi 2,74 Persen
08-12-2016 | 13:16
Angka Inflasi Kota Pecel Lampaui Jawa Timur
10-10-2016 | 07:26
Tahan Laju Inflasi, BI Fokus Pada Pengembangan Klaster UMKM

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber