Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sepak Bola 

Madura United Tak Setuju Pembatasan Pemain Senior
Kamis, 12-01-2017 | 10:10
Oleh : Ambari Taufiq
Surabaya pojokpitu.com, Madura united tidak setuju dengan regulasi kompetisi Liga Indonesia pemain di atas usia 35 tahun. Dia menganggap hal ini seperti menabrak pasar yang sedang bagus-bagusnya.

Hal ini berdasarkan aturan ISL 2017 nanti, setiap klub hanya diperbolehkan memakai dua pemain 35 tahun ke atas. Termasuk juga pemain asing. Alasannya tim bisa memaksimalkan pemain muda.

Hal itu merupakan hasil dari kongres tahunan PSSI di Bandung, 8 Januari lalu. Namun, regulasi baru itu ditentang oleh Madura United. Menejer Madura United Haruna Supitro mengungkapkan sepak bola Indonesia  kini sedang bagus-bagusnya.

Mantan Ketua Asprov PSSI Jatim ini mencontohkan   hak siar dalam kompetisi ISC 2016  bisa tembus Rp 375 miliar. Ini merupakan kebijakan melawan pangsa pasar.

Kebijakan tersebut, menurut Haruna  memang cukup bagus buat pemain usia muda. Tapi bagaimana dengan pemain senior yang masih mampu bermain hingga lebih dari usia 35 tahun.

Beberapa klub ISL  kini  masih menggunakan pemain yang usianya lebih dari 35 tahun. Persib Bandung misalnya, dua pemainnya yakni Tan-tan dan i Made Wirawan usianya sudah lewat. Termasuk Bima Sakti yang kini memperkuat Persiba Balikpapan.

Tan Tan merasa nasibnya berada di ujung tanduk dengan munculnya peraturan tersebut. Mengingat usianya sudah 35 tahun dan memasuki batas umur pada pertengahan 2017 nanti. Dikatakan oleh Tan Tan, regulasi yang kini masih digodok bukanlah solusi yang ideal untuk memecahkan masalah perihal regenerasi.

Alasan Tan Tan , di kompetisi top eropa sekalipun, pemain yang sudah uzur masih banyak yang tetap menjadi andalan timnya. Sebut saja Gianluigi Buffon atau Francesco totti yang saat ini masih berstatus sebagai pemain aktif. Baginya umur bukanlah halangan untuk tetap meraih prestasi.

Jeritan serupa didengungkan i Made Wirawan. Made yang kini sudah menginjak 35 tahun merasa kariernya sebagai kiper dalam sebuah klub sepak bola harus dihentikan secara paksa.

Menurutnya, andai masih ada pemain yang lebih muda, persaingan menjadi lebih menarik jika setiap pemain ikut mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Baginya untuk membuat regenerasi, federasi lebih baik untuk mematangkan pengembangan event usia dini di setiap jenjang umur. (pul)


Berita Terkait

30-03-2017 | 13:34
Pembongkaran Bangunan Wonokromo Dikebut
30-03-2017 | 13:18
Doa Bersama Unas Diwarnai Isak Tangis
30-03-2017 | 13:14
Pasca Diterjang Banjir, Warga Kalikatir Kekurangan Air Bersih
30-03-2017 | 13:02
Kusnen Didakwa Mencuri Kayu Perhutani Untuk Tiang Musholla

30-03-2017 | 12:36
Sampai Kapan Lorenzo Butuh Waktu Adaptasi di Ducati?
30-03-2017 | 12:33
Arek Kampung Malang Terkena Razia Membawa Sabu
30-03-2017 | 12:15
Distribusi Soal Ujian Sudah Sampai Provinsi
30-03-2017 | 12:06
Arema FC Coret 2 Pemain, Satunya Naturalisasi

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber