Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Bapak Cabuli Anak Tiri Dituntut 15 Tahun Penjara
Rabu, 11-01-2017 | 20:50
Oleh : Aiyul Andim
Surabaya pojokpitu.com, Digelar secara tertutup persidangannya di ruang candra PN Surabaya, terdakwa atas nama Priyo Dayanto Bin Rusman Raharjo, warga Jalan Kedung Tarukan Baru Surabaya yang telah berusia 45 tahun ini, akhirnya harus mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya.

Terdakwa diduga  telah melakukan perbuatan cabul terhadap  anak tirinya sendiri. Terdakwa yang telah melakukan pemaksaan persetubuhan kepada anaknya sejak di kelas 4 SD ini, sejak tahun 2008 hingga 2016 atau hampir selama 8 tahun lamanya.

Atas perbuatanya tersebut, Jaksa Kejari Surabaya menuntut terdakwa dengan pidana 15 tahun penjara, dalam surat tuntutan terbukti melanggar pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76 Undang - Undang RI nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Menanggapi atas tuntutan jaksa, kuasa hukum terdakwa  menolak  semua apa yang telah dijeratkan jaksa, karena terdakwa setiap hari bekerja dan tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut.

Rencananya, sidang akan kembali dilanjutkan satu minggu mendatang dengan agenda pembacaan putusan dari majlis hakim.(end)


Berita Terkait

14-09-2017 | 20:01
Cabuli 14 Anak, Guru Ngaji Asal Ngawi Masuk Bui
05-09-2017 | 17:46
Benar-Benar Bejat ! Dua Guru Ngaji Cabuli 7 Muridnya
19-05-2017 | 12:22
Pelaku Pencabulan Siswa Sekolah Dasar Ditangkap
30-08-2017 | 01:28
Polisi Lumajang Tetapkan 3 Tersangka Pencabulan

26-08-2017 | 07:35
Mengaku Anggota Polisi, Penjual Sandal Cabuli Anak di Bawah Umur
15-08-2017 | 09:17
Pimpinan Ponpes Cabuli Santri, Komnas Anak Datangi Polres
05-08-2017 | 18:16
Tersangka Cabul 9 Anak Panti Diperiksa Kejiwaanya
12-07-2017 | 17:03
Berkas Dosen Cabul P21, Tersangka Dipindah ke Rutan Medaeng

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber