Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Beberapa rumah warga juga sudah ada yang dirobohkan. Alasannya, kondisi sudah memperihatinkan. Foto Heru
Tanah Retak Masih Terjadi di Ponorogo
Rabu, 11-01-2017 | 12:13
Oleh : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Kondisi tanah retak di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo terus terjadi. Meski begitu, warga tetap bertahan di rumah mereka. Padahal, Pemerintah Kabupaten sudah meminta untuk direlokasi.

Menurut Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, kondisi saat ini masih ada 31 rumah yang terkena tanah retak. Namun, baru enam rumah saja yang sudah dikosongkan. "Sisanya masih ada warga yang bertahan," katanya, Rabu siang.
 
Dikatakan Siswanto, beberapa warga sudah ada yang bertempat tinggal di tenda penampungan. Agar warga terhindar jika terjadi bencana banjir bandang.
 
Selain itu, beberapa rumah warga juga sudah ada yang dirobohkan. Alasannya, kondisi sudah memperihatinkan. Mayoritas keretakan rumah warga mencapai 15 sentimeter.
 
Upaya tersebut namun masih belum disadari oleh sebagian besar warga. Mereka masih bertahan dengan kondisi tersebut. Sebab, warga tidak mau jika meninggalkan harta benda mereka dalam waktu lama. (win/pul)

Berita Terkait

22-08-2017 | 11:47
Korupsi KSP Tunggal Kencana Ponorogo Seret Lagi 3 Tersangka
19-08-2017 | 10:18
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Ponorogo Merangkak Naik
16-08-2017 | 17:59
Paripurna Istimewa, DPRD Ponorogo Dengarkan Pidato Kenegaraan
16-08-2017 | 10:55
Kebakaran Hutan Ponorogo Meluas Hingga Malam Hari

15-08-2017 | 16:28
Empat Hektar Hutan Di Ponorogo Kembali Terbakar
10-08-2017 | 15:40
Belasan Nasabah Koperasi Reog Gruduk Kantor Indakop Ponorogo
09-08-2017 | 09:52
Ditabrak Travel, Satpam DPRD Ponorogo Tewas
08-08-2017 | 00:15
Air Kerap Mati, Pelayanan PDAM Ponorogo Ambruladul

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber