Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Dua Terdakwa Dugaan Penipuan Valas Disidang Terpisah
Selasa, 10-01-2017 | 15:56
Oleh : Aiyul Andim
Surabaya pojokpitu.com, Sidang dugaan penipuan trading valas senilai Rp. 300 juta, menjadi perhatian di Pengadilan Negeri Surabaya. Dua terdakwa menjalani sidang terpisah. Padahal, pasal yang diterapkan terhadap keduanya sama.

Keduanya adalah Anindia Ollin dan Siswanto. Mereka menjalani sidang terpisah. Itu terlihat dalam agenda persidangan yang digelar, Selasa siang. Jadwalnya, mendengar keterangan saksi pelapor.
 
Menurut keterangan saksi diketahui bernama Yongky, dirinya menitipkan uang kepada terdakwa Ollin senilai Rp 300 juta. Namun, uang tersebut justru diketahui digunakan untuk bermain trading valas, tanpa sepengetahuannya.
 
Namun dalam kasus penipuan trading valas ini sebenarnya ada dua terdakwa yang diduga terlibat. Selain Ollin, Siswanto yang merupakan satu pegawai ditengarai turut terlibat. Pasal yang diterapkan pun sama, tapi keduanya terpisah dalam menjalani agenda persidangan.
 
Menurut Kuasa Hukum kedua terdakwa, Iwan Hardianto, meminta agar tidak ada pembedaan terhadap keduanya. Bahkan, diduga kasus tersebut dipermainkan sehingga ada satu saja terdakwa yang dikorbankan.
 
Dalam persidangan juga diketahui korban dan terdakwa sudah meneken kontrak nasabah. Tapi dalam kasus tersebut, disangkal oleh Yongky.
 
Seperti diketahui kedua terdakwa dilaporkan oleh Yongky ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keduanya diamankan karena telah melakukan dugaan penipuan uang Rp 300 juta untuk bermain valas. (win)

Berita Terkait

01-03-2017 | 19:01
Si Cantik Terdakwa Penipuan Valas Divonis 1 Tahun 6 Bulan
10-01-2017 | 15:56
Dua Terdakwa Dugaan Penipuan Valas Disidang Terpisah
03-01-2017 | 20:29
Perempuan Cantik Terdakwa Dugaan Penipuan Valas, Jalani Sidang


Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber