Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Shinawang Bintang warga Blitar ini membutuhkan perhatian akibat Tumor Gusi. Foto Arip
Bocah Ini Menderita Tumor Gusi Masih Dirawat di PHC
Selasa, 10-01-2017 | 12:06
Oleh : Arip Purwanto
Surabaya pojokpitu.com, Nasib Shinawang Bintang, bocah berusia tujuh tahun membutuhkan perhatian. Warga Blitar ini menderita penyakit tumor gusi, atau Chreubism. Kondisi tersebut membuatnya sulit makan, dan mengalami rawan kerapuhan tulang.

Kondisinya mulai berangsur membaik, usai menjalani proses operasi di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya.
 
Bintang sudah hampir enam tahun lamanya menderita tumor gusi. Anak pasangan Joko Sapuan dan Yunariah, asal Kecamatan Sanamwetan, ini tak merasakan sakit tersebut sejak usianya menginjak setahun.
 
Setelah di rujuk, ia mendapat penanganan dari tujuh orang dokter spesialis bedah, gabungan dari Rumah Sakit Dokter Sutomo Surabaya dan Rumah Sakit PHC, dengan cara operasi, untuk mengangkat tumor gusi seberat satu kilogram yang diderita, kamis lalu.
 
Operasi  pengangkatan tumor memakan waktu selama lima jam. Tim Dokter sempat terkendala saat selang bius dimasukkan kedalam mulut. Sebab, rongga mulut pasien menyempit akibat tumor tersebut.
 
Menurut Ketua Tim Dokter Tumor Gusi, dr. Urip Murtejo, tahap pembiusan menjadi tantangan tersendiri. "Karena seharusnya memakai optik inkubasi. Namun, karena fiber optik inkubasi tidak sesuai ukurannya, sehingga akhirnya pembiusan dipakai cara ringan," terangnya.
 
Pasca operasi pengangkatan tumor, kondisi Bintang berangsur membaik. Namun, pengawasan tetap dilakukan hingga tiga bulan kedepan, untuk mengetahui perkembangan dan efek dari operasi yang dilakukan. (win/pul)

Berita Terkait

10-01-2017 | 12:06
Bocah Ini Menderita Tumor Gusi Masih Dirawat di PHC


Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber