Berita Terbaru :
Pemuda Bondowoso Sosialisasi New Normal Pakai Gerobak Sampah
Saat Air Laut Surut, Warga Berburu Kerang di Karang
Selama 5 Hari Ini 100 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri
35 Peserta UTBK Unair Reaktif Covid 19
94 Dokter Di Jatim Terpapar Covid-19
Di PHK Secara Sepihak, Ratusan Buruh Pabrik Rambut Demo ke Pendopo Kabupaten Sidoarjo
137 Calon Peserta UTBK SBMPTN Jalani Rapid Test di Puskesmas Sidoarjo, 2 Orang Reaktif
Inginkan Sinergi Surabaya-Madura, Bupati Bangkalan Dukung Machfud Arifin Jadi Walikota
Masih Pandemi, HUT RI Dibuat Sederhana Tapi Meriah
Enam Bulan Tidak Bisa Jualan, PKL GOR Datangi Pendopo Kabupaten Sidoarjo
RS Umum Daerah Lamongan Gratiskan Rapid Tes Bagi Calon Mahasiswa Tidak Mampu
Salah Seorang Pasien Covid-19 di Sumenep Kabur Dari Rumah Sakit
Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur
Tanam Ganja di Atas Plafon, Jarot Dibekuk Satresnarkoba Polres Malang
   

Menjahit dengan Satu Tangan, Seorang Difabel Menghidupi Keluarga
Sosok  Sabtu, 07-01-2017 | 06:28 wib
Reporter : Shohibul Umam
Bojonegoro pojokpitu.com, Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Darwoto, seorang warga di Kabupaten Bojonegoro. Meski tertakdirkan harus hidup hanya dengan satu tangan, ia mampu menghidupi lima anggota keluarganya.

Meski sudah digariskan harus hidup hanya dengan satu tangan, Darwoto, warga Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, tak pernah patah semangat. Bahkan berkat kegigihannya, ia mampu menghidupi anggota keluarganya yang berjumlah lima orang, termasuk dirinya, yakni ibu, adik, istri dan seorang anaknya.
 
Untuk menghidupi keluarganya, Darwoto mengadukan nasibnya sehari-hari dengan bekerja menjahit di rumahnya. Meski hanya dengan satu tangan, namun tanpa canggung semua pekerjaan menjahit ini mampu ia kerjakan dengan baik. Sebagaimana tukang jahit dengan kondisi normal pada umumnya, Darwoto juga menerima pesanan jahitan dari tetangganya.
 
Hal yang tak lazim ini terpaksa harus dilakukan demi keberlangsungan hidup keluarganya. Sebab, karena keterbatasan kondisi fisiknya tersebut, Darwoto mengaku tidak mampu untuk mengerjakan pekerjaan lain, selain menjadi tukang jahit. Dari hasil menjahit inilah, ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
 
Darwoto mengaku, karena minimnya pelanggan yang datang, maka hasil dari upah menjahit ini hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari keluarganya saja, sehingga dari upah menjahit tersebut nyaris tidak ada sisanya untuk ditabung.
 
Karena minimnya peluang pekerjaan dengan kemampuan yang dimilikinya, adik dan ibu Darwoto tak memiliki pekerjaan tetap dan banyak menganggur di rumah. Kalaupun ada pekerjaan ibu dan adik Darwoto hanya bekerja sebagai buruh tani milik tetangganya .
 
Istri Darwoto juga memiliki kondisi fisik serupa dengannya, yakni hanya memiliki satu tangan saja, sehingga, dengan kondisi tersebut tak banyak yang mampu ia kerjakan. Setiap hari kesibukan istri Darwoto ini hanya merawat anak semata wayangnya saja.(end)
 




Berita Terkait

Gunadi, Penderita Difabel Tekuni Usaha Reparasi Kursi Sofa

Hebat, Pemuda Difabel Ahli Komputer

2200 Difabel Ikuti Jalan Sehat dan Touring Motor Modifikasi

Menjahit dengan Satu Tangan, Seorang Difabel Menghidupi Keluarga
Berita Terpopuler
Seorang PNS Gresik Terjebak di Dalam Lift Hampir Setengah Jam
Metropolis  8 jam

Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar
Peristiwa  11 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber