Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Al Madinah Dianggap Jadi Korban Penipuan Haji Plus PT Global Accesa
Kamis, 05-01-2017 | 11:47
Oleh : Aiyul Andim
Surabaya pojokpitu.com, Sidang kasus dugaan penipuan haji plus dengan terdakwa pihak PT Global Access, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, sore kemarin.

Kedua terdakwa tersebut yakni Dicky Mastur dan Harika Oskar. Keduanya adalah Manager PT Global Access. Perusahaan tersebut berkantor di Jakarta.
 
Agenda yang digelar adalah mendengar keterangan saksi. Kali ini yang memberikan keterangan adalah Direktur PT Al Madinah, Cahyono Kartika selaku pelapor.
 
Dihadapan Majelis Hakim, Cahyono menuturkan untuk meyakinkan jamaah dari pihaknya, terdakwa menyatakan jika perusahaan PT Global Access adalah milik Bupati Kebumen.
 
Selain itu, program haji plus bayar satu gratis ini dibuat untuk memajukan PT Global Access. "Programnya dibuat sebagai sodakoh," terang Cahyono.
 
Mulanya, lanjut saksi pihaknya tidak percaya dengan program itu. Namun, dengan berbagai rayuan dan bukti yang meyakinkan akhirnya Al Madinah bersedia menjalin kerjasama.
 
"Waktu itu promosi programnya digelar di Surabaya tahun 2012. Kebanyakan jamaah yangdiundang adalah dari Jamaah Al Madinah," terang Cahyono.
 
Nah, tak ada kecurigaan dalam program sosialisasi tersebut. Apalagi, PT Global Access sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Jika ada jamaah yang berminat, brosur pendaftaran pun diberikan. Termasuk memberikan uang muka dua ribu US Dollar.
 
Sedangkan, untuk total ikut dalam program itu, jamaah harus membayar Sembilan ribu US Dollar. Tapi, harapan jamaah untuk berangkat mulai cemas. Sebab, meski sudah mendaftar mereka tak kunjung diberangkatkan.
 
Selanjutnya, PT Global Access sendiri menjanjikan semua jamaah akan diberangkatkan pada tahun 2016 kemarin. Sedikitnya ada 200 jamaah yang sudah mendaftar. Baik membayar lunas uang muka, maupun melunasi biaya.
 
Geram tak ada kabar, para jamaah Al Madinah pun meminta uang mereka dikembalikan. Sebagai bentuk tanggung jawab akhirnya perusahaan Cahyono mengembalikan uang jamaah mereka. "Kami pun akhirnya melaporkan pihak PT Global Access atas kejadian itu," kata dia. Akibat kejadian tersebut, Al Madinah dirugikan mencapai Rp. 4 miliar. (win/pul)

Berita Terkait



Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber