Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Nasib Perajin Terompet Tahun Baru Yang Tergerus Zaman
Sabtu, 31-12-2016 | 15:54 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Hampir setiap menjelang malam pergantian tahun, perajin terompet kertas berdatangan ke Surabaya mengais rejeki dengan berjualan terompet di sepanjang jalan protokol. Hal ini bahkan sudah dilakukan para penjual terompet sejak tahun 1980 an.

Pasangan suami istri, Suwandi dan Suarti, merupakan  satu di antara perajin terompet kertas asal Lamongan, yang hampir setiap tahun selalu hadir di sekitaran kawasan Jalan Kapasan hingga Jembatan Merah Surabaya, untuk menjual terompet-terompet kertas buatannya. 

Suwarti bersama rekan-rekannya dari Lamongan tidak hanya berjualan, tetapi sekaligus membuat sendiri terompet kertas tersebut di lokasi berjualan. Dengan cekatan, Suwarti dan Suwandi suaminya membuat berbagai bentuk dan model terompet di lokasi. 

Menurut pengakuan Suwandi, dari tahun ke tahun, penjualan terompet kertas yang menjadi ikon pergantian tahun ini selalu menurun, kalah dengan produk terompet dari bahan plastik, yang saat ini banyak dijumpai di kota besar, seperti halnya Surabaya. Menjual terompet kertas justru banyak diminati di luar Jawa Timur, seperti Merauke, Papua, serta pulau lain di luar Jawa.

Suwandi dan Suwarti tergolong masih beruntung, meski penjualannya di Surabaya merosot drastis, namun dia masih mendapat pesanan sebanyak 2000 terompet ke luar Jawa.

Sementara bagi penjual lain, Muhammad Ali, sepinya pembeli ini  membuatnya harus rela berkeliling dengan sepeda, untuk menawarkan terompet hasil karyanya. Hal ini terpaksa dilakukan, agar tidak merugi karena biaya pembelian bahan yang sudah dikeluarkanya.

Terompet kertas berbagai ukuran serta motif yang beraneka ragam ini, di jual dengan harga mulai Rp 3 ribu hingga Rp 20 ribu , tergantung besar dan tingkat kesulitan pembuatan.

Para penjual masih berharap, saat tepat menjelang malam pergantian tahun nanti malam, akan banyak pembeli. Mengingat penjualan terompet semacam ini hanya musiman, jika usai malam pergantian tahun, sudah tidak akan ada lagi yang membutuhkannya.(end)

Berita Terkait


Nasib Perajin Terompet Tahun Baru Yang Tergerus Zaman


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber