Berita Terbaru :
Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Layanan RSUA Disorot Pasiennya, Begini Kata Humas
Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Ikuti Rapid Test Gratis
Lagi, Kasus Covid 19 Ponorogo Tambah 2 Orang
Penerimaan Siswa Baru, SMP Negeri 2 Rejotangan Hanya Mendapatkan 3 Calon Siswa
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RSUA
Kampung Tangguh Covid 19 Binaa Kejari Sidoarjo Dengan Slogan Transparansi Penggunaan Anggaran
Terkilir, 3 Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Petugas
Warga Dua Desa Demo Kandang Ayam di Jember
Siswa Asal Kediri Ciptakan Drone Dari Bahan Bekas
Tetap Berlanjut, Nominal yang Diterimakan Semakin Berkurang
Kereta Api Tabrak Ertiga, Seorang Bocah Tewas
Akibat Covid-19, Pembangunan Terapi Nuklir di RS BDH Tertunda
Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN
Jumlah Pasien Covid Meningkat, Warga Ini Pilih Demo Bergerombol
   

Forki Jatim Bantah Larang Atlet Karate Berhijab
Olah Raga  Senin, 26-12-2016 | 19:53 wib
Reporter : Ambari taufiq
aulia atlet karate asal ngawi_mba
Surabaya pojokpitu.com, Pengurus Provinsi atau Pengprov Forki Jatim menyatakan tidak pernah melarang penggunaan hijab dalam setiap pertandingan karate yang digelar. Termasuk pada kejuaraan terbuka Piala Bupati Magetan yang digelar 22-24 Desember lalu di GOR Ki Mageti Magetan.

Informasi yang beredar di media sosial, diberitakan jika pada kejuaraan tersebut, seorang atlet muda putri asal Ngawi, yakni Aulia (13), dilarang bertanding oleh juri gara-gara menggunakan hijab, Jumat (23/12/2016) lalu.

Tak ayal, kabar tersebut dibantah oleh Purwanto, Tatami Manajer atau Juri Kepala yang bertugas dalam kejuaraan tersebut. Sebab menurut juri berlisensi AKF (Asian Karate Federation) itu, tidak pernah ada larangan bagi atlet berhijab untuk mengikuti pertandingan di kejuaraan itu.

Bahkan, Purwanto mencontohkan, atlet asal Mojokerto yang meraih emas dalam kejuaraan itu, juga menggunakan hijab selama pertandingan. "Tidak ada perintah dari wasit untuk melepas hijab. Bahkan, atlet Mojokerto yang memakai hijab standard, kita jadikan contoh kepada semua peserta," ujarnya.

Memang, lanjutnya, ada aturan yang harus diikuti semua karateka peserta dalam kejuaraan itu. Dan aturan itu, sudah disampaikan pada saat Technical Meeting dan disepakati. Salah satunya, adalah penggunaan hijab dengan standard WKF (World Karate Federation) yang sudah disetujui oleh IKO (International Karate Organization).

"Jadi, hari Rabu (21/12/2016) malam, sebelum pertandingan, dalam Tehnical Meeting yang dihadiri oleh ofisial kontingen telah disampaikan beberapa peraturan pertandingan, salah satunya bagi atlit putri yang berhijab agar mengenakan hijab sesuai standard karate, dan ini telah disepakati oleh semua ofisial kontingen," katanya kepada wartawan yang didampingi Ketua dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Forki Jatim, Johanes Kunto dan Suyanto, Senin (26/12/2016).

Sedangkan untuk kasus Aulia, Purwanto melihat yang bersangkutan tidak menggunakan hijab standard karate di waktu semua peserta yang akan turun bertanding baris melakukan penghormatan sehingga disarankan untuk mengganti.

"Sebelum bertanding, kita sudah memberikan kesempatan kepada semua peserta dengan mengumumkan agar atlet yang berhijab tidak standar, mengganti dengan yang standard WKF (World Karate Federation), termasuk yang bersangkutan. Bahkan kita juga kasih contoh hijab standar yang dipakai atlet Mojokerto kepada semua peserta," jelasnya.

Namun, katanya, saat giliran nama Aulia dipanggil untuk menjalani pertandingan, yang bersangkutan malah tidak ada entah kemana. "Karena sudah kita panggil tapi tidak ada, ya kita anggap mundur," ucapnya.

Hal yang sama juga diamini Suyanto, Waka Bidang Pembinaan dan Prestasi Forki Jatim. Yang intinya, Forki Jatim dan cabang olahraga Karate pada umumnya, tidak pernah melarang penggunaan hijab dalam setiap pertandingan di kejuaraan mana pun asal memenuhi standar yang telah ditentukan.

"Hijab standar WKF itu sudah disetujui oleh IKO. Dan semata-mata, sebenarnya hijab yang standar itu juga untuk melindungi atlet. Salah satunya untuk mengetahui atlet tersebut menggunakan anting atau tidak dan memiliki memar atau tidak sebelum pertandingan. Sebab kasihan atletnya jika sampai membahayakan dirinya sendiri," katanya. [MBA]


Berita Terkait

Forki Jatim Bantah Larang Atlet Karate Berhijab
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  1 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  15 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam

Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Polres Situbondo Bagikan Alquran dan Alat Kesehata...selanjutnya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber