Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Pengamat : Kebijakan Bebas Visa Harus Ditinjau Ulang
Jum'at, 23-12-2016 | 17:11
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Soal kebijakan visa, pengamat hukum asal Universitas Surabaya (Ubaya) Martono menyebut, kalau memang tidak benar dan tidak seimbang dengan hasilnya, maka harus dievaluasi. Hukumnya diperbaiki.

Jadi, kebijakan yang mengeluarkan atau yang merumuskan penggunaan visa secara bebas dibanding negara lain, itu yang harus ditinjau kembali manfaat bagi bangsa ini.

Dalam hal ini, dia tetap konsisten dengan pemiikirannya yang disumbangkan kepada DPRD Jatim tentang TKA, yakni harus ada sumbangsih yang terukur secara kuantitatif. Kalau TKA dibebaskan masuk, apa yang kita peroleh, dan kerugian apa jika dibuka, terutama bagi tenaga-tenaga kerja Indonesia sendiri.

"Kalau kita sudah punya, ngapain mengambil TKA. Seperti, transfer teknologi, saya tidak yakin mereka datang kesini melebihi dari yang kita punya. Secara sederhana lomba matematika saja, kita selalu menang di Asia," katanya.

Jika aparat penegak hukum tidak menegak aturan, Martono khawatir tenaga kerja China pasti akan berondong-bondong, tidak hanya di Indonesia, tapi semua negara Asean. Sekarang ini, jumlah penduduk China sekarang hampir 2,8 miliar.

"Jumlah penduduk sebanyak itu ditaruh dimana. Dia pasti melebar kemana-mana. Itu karena azas kewarganegaraan China terbuka. Semua boleh dobel kewarganegaraan. Tidak mungkin pemerintah China akan mengurusi begitu banyaknya. Mereka boleh berkewarganegaraan Indonesia dan China. Saya yang paling tidak setuju seperti itu," jelasnya. (end)

Berita Terkait


Pengamat : Kebijakan Bebas Visa Harus Ditinjau Ulang

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber