Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Satpol PP Nganjuk Kembali Razia PSK Pasca Penutupan Lokalisasi
Jum'at, 03-04-2015 | 18:26 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Pasca penutupan lokalisasi, Satpol PP Nganjuk dengan dibantu Polisi dan TNI menggelar penyisiran di lokalisasi Kandangan Nganjuk. Satu per satu rumah yang dulu digunakan sebagai tempat transaksi diperiksa petugas. Namun, sebagian besar rumah dalam kondisi terkunci.

Ternyata, rumah yang dalam keadaan terkunci iu tak ditinggali pemiliknya. Para pemilik yang tahu akan dirazia memilih menguci pintunya agar terhindar dari aksi para petugas. Namun, setelah diancam akan didobrak, para pemilik akhirnya membuka pintunya.

"Razia ini dilakukan pasca deklarasi penutupan lokalisasi ini. Kami melakukan razia ini untuk memastikan taka da lagi aksi prostitusi disini," jelas Kasatpol PP Nganjuk, Suhariyono.

Dari hasil razia ini, petugas berhasil mengamankan 2 PSK dan 1 Mucikari yang masih beroperasi. Petugas lalu memulangkan mereka beserta barang bawaannya dan memberikan mereka uang kompensasi sebesar Rp. 2-3 juta dari pemerintah.

Agar para PSK dan mucikari tidak kembali lagi bekerja, Pol PP berjanji untuk menggelar razia secara berkala. Mereka akan memberi sanksi kepada PSK dan Mucikari yang kedapatan masih beroperasi jika telah menerima kompensasi.(ern)     




Berita Terkait


Polisi Madiun Bekuk Mucikari dan PSK Masih Belia

Meskipun Bersembunyi di Semak Belukar, PSK Ini Tetap Diamankan

Razia Rumah Kos dan Hotel, Tim Gabungan Amankan Dua Orang

7 PSK dan 1 Pria Hidung Belang Diamankan Petugas Gabungan


Operasi Pekat, Amankan 8 PSK dan Pria Hidung

Belasan PSK Tretes Diciduk Saat Menunggu Tamu

Dua PSK di Ponorogo Tertangkap Polisi Saat Melayani Pria Hidung Belang

Razia, Petugas Dapati PSK Masih Telanjang
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber