Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

TKI Hongkong Sumbang Devisa Jatim Rp 8,4 triliun
Selasa, 20-12-2016 | 18:11
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Jatim di Hongkong ternyata menyumbang devisa ke negara hingga Rp 8,4 triliun per tahun.

Menyikapi fakta itu, DPRD Jatim meminta pemerintah lebih meningkatkan perlindungan kepada TKI. Handoyo, anggota DPRD Jatim, menyampaikan, total TKI/ TKW di Hongkong mencapai 150 ribu orang, 60 persennya berasal dari Jawa Timur.

"Gaji TKI di Hongkong per bulannya 4.200 dolar Hongkong.  Jika dirupiahkan dengan 1 dolarnya Rp 1.750, maka gaji per TKI per bulannya sebesar Rp 7.350.000 dikalikan 150 ribu orang per tahun, maka devisa dari TKI dari Hongkong saja mencapai Rp 1,1 triliun dan 60 persennya berasal dari Jatim sekitar Rp 700 miliar," ungkap Politisi yang digadang-gadang maju Pilgub Jatim ini.

Politisi dari Fraksi PDIP ini menegaskan, besarnya sumbangsih devisa dari TKI asal Jatim ini harusnya sejalan dengan perlindungan dari pemerintah yang didapatkan para TKI. Tapi fakta yang terjadi malah sebaliknya, para TKI selalu kesulitan dalam mendapatkan perlindungan, jika mengalami permasalahan di negara tempat dia bekerja, padahal mereka adalah pahlawan devisa.

"Pemerintah harus meningkatkan perlindungan pada para TKI, bagaimanapun mereka adalah salah satu penyumbang devisa terbesar untuk Negara," tutur politisi yang duduk sebagai anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Pemerintah harusnya memiliki data by name, by address dan by kontak.  Dengan begitu, pemerintah bisa memantau dan mengetahui jika terdapat TKI yang mengalami permasalahan dan pemerintah bisa langsung memberi perlindungan kepada yang bersangkutan, tambahnya. (end)

Berita Terkait


TKI Hongkong Sumbang Devisa Jatim Rp 8,4 triliun

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber