Berita Terbaru :
KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Kecamatan
Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Ibu Setengah Baya Tertangkap Basah Curi Ikan
Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
   

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak
Metropolis  Senin, 12-12-2016 | 18:50 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada calon kepala daerah yang maju pilkada maupun partai politik di Indonesia untuk membuat program perlindungan anak di Indonesia.

"KPAI sangat mendukung dan menyambut baik apabila parpol dan calon Kepala daerah membela hak anak Indonesia dari kekerasan, karena anak merupakan generasi penerus perjuangan bangsa Indonesia," ujar Ketua Bidang Sosialisasi KPAI, Erlinda saat ditemui usai sosialisasi seminar pendidikan melindungi anak dari tindak kekerasan yang diselenggarakan oleh Sahabat Perlindungan Anak Indonesia (SAPA) di kantor DPD Partai Golkar Jatim.

Dikatakannya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat ini mencatat ada 1000 kasus kekerasan pada anak dalam kurun waktu selama tahun 2016. Jumlah tersebut didapat dari laporan yang masuk di KPAI. "Jumlahnya bisa meningkat karena ada yang laporan di Polri dan jajarannya," ungkapnya.

Lebih lanjut,  di antara 1000 kasus tersebut, ada 136 kasus kekerasan terhadap anak melalui medsos. "Tren perkembangan teknologi yang membuat medsos menjadi salah satu alat untuk kekerasan terhadap anak. Misalnya bully dan sejenisnya,"ujarnya.

Presiden SAPA Indonesia, Lita Aziz Syamsudin, mengimbau anggota SAPA di Indonesia agar tetap terus melakukan sosialisasi tentang program perlindungan anak dari perilaku kekerasan hingga tingkat desa.

"Langkah kami yang dilakukan saat ini, yaitu penyuluhan atau memberikan penjelasan kepada masyarakat baik melalui puskesmas atau posyandu, ibu PAUD. SAPA Indonesia juga telah memberikan pendampingan. Aksi ini dilakukan terhadap anak yang tertimpa perilaku kekerasan. Kami siap mengantar dan melaporkan ke polisi dan RT," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Umum IIPG Pusat, Deisti Astriani Novanto mengatakan, untuk sementara SAPA akan bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dan guru PAUD untuk mensosialisasikan tentang kekerasan anak. Namun SAPA juga bisa menyediakan advokasi bagi mereka yang terkena kekerasan. 

"Untuk saat ini kami baru bekerjasama dengan PKK dan PAUD lewat posko Posyandu. Tapi tak menutup kemungkinan kita akan membuka semacam posko berikut akan diberikan advokasi," lanjut istri ketua umum Partai Golkar, Setya Novanto ini.(end)





Berita Terkait

PNS Harus Mundur Bila Maju Kepala Daerah

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak

PDIP Keluarkan 6 Rekom Calon Kepala Daerah di Jatim
Berita Terpopuler
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Covid-19  5 jam

Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Malang Raya  4 jam

Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Malang Raya  3 jam

Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan

Covid Meningkat, Tatap Muka SMA/SMK Dihentikan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber