Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Nikah massal dikuti 24 pasangan suami istri. Foto Arif
Kakek Umur 70 Tahun Juga Ikut Nikah Massal
Selasa, 06-12-2016 | 11:36
Oleh : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Nikah massal yang diikuti puluhan pasangan suami istri di Masjid Jami Anas Mahfud, kota Lumajang, menjadi perhatian warga. Pasalnya, ikatan suci ini juga diikuti pasangan kakek nenek berusia 70 tahun.

Sejumlah undangan hadir dalam acara nikah massal yang dikuti 24 pasangan suami istri tersebut. Mulai dari pejabat pemerintah lumajang, kepolisian, Kodim, hingga dari Kementrian Agama Lumajang. Proses pernikahan ini makin meriah setelah diiringi dengan musik Al Banjari.

Namun yang paling menarik, nikah massa ini dikuti pasangan kekek-nenek asal Kecamatan Tempursari, Lumajang. Pasangan yang telah dianugrahi empat orang cucuk ini mengikuti nikah massal karena tak memiliki kartu nikah. Meski ia telah menjadi pasangan suami istri sejak 40 tahun lalu.

Meski demkian, ia mengaku sangat senang dengan pernikahan ini. Karena mengembalikan kenangan lama. Selain itu pula, pernikahannya telah diakui negara. Kabag Kesejahteraan Pembkab Lumajang, Iskandar,  nikah massal ini diikuti 24 pasang. Dari semua itu, pasangan tertua berumur 70 tahun, yaitu Ngatimun dan Sumarmi.

Setelah proses akad nikah usai, merekapun langsung diarak keliling alun-alun kota Lumajang.  Dengan menaiki becak hias. (pul)

Berita Terkait


Nikah Massal, 15 Pasangan Ijab Qabul di Pendopo Kabupaten Tuban

143 Pasangan Suami Istri Ikuti Acara Pesta Nikah Massal

Puluhan Pasutri Ikuti Itsbat Nikah Massal

Nikah Massal, Yang Manula Tidak Mau Ketinggalan


Enam Pasangan Tua Ikuti Nikah Massal Gratis

219 Pasutri Ikuti Nikah Massal

Ratusan Pasangan Suami Istri Nikah Massal

Nenek 63 Tahun Ikuti Nikah Massal di Pasuruan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber