Berita Terbaru :
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
Sebanyak 22 Nakes Terpapar Covid, Poli Rawat Jalan RSUD Dr Mohammad Saleh Tutup
   

Bakiak Sandal Tradisional yang Masih Dilestarikan
Peristiwa  Minggu, 20-11-2016 | 08:27 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Siapa yang tidak kenal dengan sandal bakiak ? Sandal yang sudah lama ada sejak jaman dahulu ini, ternyata masih dilestarikan seorang warga di Kabupaten Nganjuk. Meski kalah bersaing dengan sandal karet, pengrajin bakiak tersebut, tetap setia menekuni usahanya, karena ingin melestarikan keberadaan bakiak.

Dialah Mujiono warga Dusun Tawang Rejo, Desa Kedung Ombo, Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk , yang masih bertahan membuat sandal kayu atau sandal bakiak. Di tengah maraknya sandal karet yang menjamur di pasaran, bapak dengan satu orang anak ini, masih setia menggeluti pembuatan bakiak sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Selain karena sandal bakiak sudah jarang di pasaran, Mujiono menggeluti kerajinan bekiyak ini karena ingin melestarikan bakiak yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

Tidak semua jenis kayu bisa dijadikan sebagai sandal bakiak, hanya kayu jenis mentaos yang bisa digunakan sebagai bakiak. Selain karena kayu jenis ini ringan dan mudah dibentuk, kayu mentaos  juga sangat kuat dan tidak mudah rapuh, jika terkena air.

Untuk membuat bakiak, ternyata tidaklah terlalu sulit, namun membutuhkan keterampilan khusus, dan telaten. Pertama-tama, kayu mentaos yang sudah dipilih harus digergaji terlebih dahulu sesuai ukuran yang ada, selanjutnya kayu tersebut dibelah untuk dibentuk sandal bakiak.

Sebelum dipahat, kayu dimal dengan kertas menggunakan pensil, yang sudah berbentuk sandal dari berbagai ukuran. Selanjutnya kayu dipahat dengan menggunakan parang. 

Sekitar 10 menit, sepasang sandal sudah terbentuk. Agar bakiak nyaman dipakai, kayu dihaluskan dengan menggunakan parang pula.
Proses finishing, kayu yang sudah berbentuk sandal, selanjutnya  diberi karet pada atasnya, dengan pengikat paku.

Dengan bekal sedikit keahlian dan peralatan seadanya, dalam tiga hari, Mujiono yang sudah menjadi pengrajin bakiak sejak tahun 85 tersebut mampu menghasilkan 50 bakiak . 
50 bakiak itu dihasilkan dari satu batang pohon mahoni, ukuran sekitar 3 meter yang ia beli sekitar Rp 100 ribu rupiah. 

Sementara satu pasang bakiak ia jual antara Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu, sehingga keuntungan yang ia dapatkan sekitar Rp 100 ribu rupiah per satu batang pohon mahoni, sebab terpotong untuk biaya beli karet ban sebagai pengikat bakiak dan biaya transportasi saat mengambil kayu batang mahoni. Keuntungan itupun dalam tiga hari sekali.

Meskipun begitu, ia tetap menekuni yang menjadi satu satunya pekerjaannya, demi mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah sang anak.

Meski sudah menggeluti usaha ini sejak lama, namun sayangnya pemerintah daerah sama sekali tidak meperhatikan Mujiono yang tergolong sebagai usaha kecil menengah (UKM). Mujiono sendiri berharap pemerintah memberikan bantuan modal atau bantuan alat, agar usaha yang dirintisnya tersebut bisa terus berkembang dan bekiyak tidak punah di pasaran.(end)


Berita Terkait

Bakiak Sandal Tradisional yang Masih Dilestarikan
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  8 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  9 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  6 jam

Rektor UTM dan PTT Pemkab Bangkalan Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber