Berita Terbaru :
Calon Istri Dituduh Selingkuh, Lalu Dianiaya Hingga Dicekik
Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia.
Batuan Masker Terus Mengalir Untuk Mensukseskan Jatim Bermasker
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
   

Semburan Gas Hebohkan Sumur Warga Sumenep
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 17-11-2016 | 14:22 wib
Reporter : Syaiful Anwar
dugaan sementara semburan gas ini mengandung Sulfur atau H2S. Foto Anwar
Sumenep pojokpitu.com, Warga Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dihebohkan oleh semburan gas bercampur lumpur milik salah seorang warga.

Semburan gas ini, berawal saat Liakmo warga Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan Sumenep, hendak  mengebor sumur untuk mencari air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah di bor dengan kedalaman sekitar 84 meter, tiba-tiba sumur menyemburkan gas bercampur air dan lumpur.

Peristiawa ini sontak menghebohkan warga, dan mereka datang berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat langsung. Khawatir membahayakan pengeboran dihentikan dan langsung dilaporkan ke pihak desa. Kemudian dilanjutkan ke pemerintah daerah untuk dilakukan penelitian.

Sementara, Tim Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementrian ESDM, langsung datang ke lokasi melakukan penelitian sementara dan mengambil sample gas dan tanah. Untuk dianalisis di laboratorium, memastikan kandungan semburan gas yang sangat besar ini. Menurut Hermiyanto, Tim Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementrian ESDM, dugaan sementara semburan gas ini mengandung  Sulfur atau H2S.

Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, pihak desa setempat di dampingi pemerintah daerah, dan Tim Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementrian ESDM, mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati di lingkungan semburan gas ini. (pul)

Berita Terkait

Wisata Kawah Ijen Ditutup Akibat Gas Beracun

Semburan Gas Hebohkan Sumur Warga Sumenep

Lagi, Keracunan Gas 8 Warga Bojonegoro Dilarikan ke Rumah Sakit

Korban Gas Beracun, Tinggal 5 Orang Yang Dirawat di Rumah Sakit
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  11 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  7 jam

Diduga Bunuh Diri, Pemuda Ditemukan Tewas di Jalur KA
Peristiwa  10 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber