Berita Terbaru :
20 Kasus Covid-19 Baru Didominasi Klaster Pasar
Banjir Rob di Pantai Blitar, Air Laut Masuk Rumah
Empat Orang Klaster Goa Reaktif Rapid Test
Aparat Tetap Tindak Pelanggar Transisi New Normal Life
Gubernur Restui New Normal Life di Malang Raya
Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Kontrol dengan 5 Cara ini
Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
ASN Takut Akan Sanksi Akan Diberikan Bila Kedapatan Nekat Mudik
Pemkab Sidoarjo Sewa 2 Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG Covid 19
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
   

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Petani Waspada
Metropolis  Rabu, 16-11-2016 | 11:21 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Kepala Klimatologi Karang Ploso Malang, Hartanto
SURABAYA pojokpitu.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar para petani garam dan nelayan mengantisipasi cuaca ekstrim. Tingginya intensitas curah hujan bisa terjadi merata di wilayah Jawa Timur.

Untuk antisipasi hal itu, petani dan nelayan bisa menimba ilmu perubahan iklim. Penggalian informasi tersebut begitu penting. Hal itu, diterangkan Taufik Gunawan, Kepala Balai Besar III Meteorologi dan Geofisika Denpasar.

"Adanya gagal panen selama ini lantaran petani dan nelayan kurang mendapat informasi perubahan cuaca," terang Taufik saat ditemui dalam Sekolah Lapang Iklim yang digelar BMKG di salah satu hotel Jalan Tunjungan Surabaya, pagi tadi.

Kegiatan ini direspon oleh Kepala Klimatologi Karang Ploso Malang, Hartanto yang juga hadir. Pihaknya, mengajak petani garam untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dikatakan Hartanto, dampak cuaca ekstrim bisa menurunkan produksi garam hingga mencapai 70 persen."Dengan Sekolah Lapang Iklim, petani bisa mengantisipasi gagalanya panen," ujarnya.

BMKG berharap petani yang mengikuti kegiatan tersebut dapat disebar luaskan. Sehingga, banyak petani garam, petambak dan nelayan bisa menjaga ketahanan pangan. (win/pul)

Berita Terkait

BMKG Juanda Prediksi Bondowoso Masih Diguyur Hujan

Sepekan Kedepan BMKG Menghimbau Warga Jatim Untuk Waspada

BMKG Imbau Gelombang Tinggi dan Suhu Dingin Selama Musim Kemarau

Gelombang Tinggi, BMKG Imbau Pemudik Menuju Masalembu Berhati - Hati
Berita Terpopuler
Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
Peristiwa  3 jam

Banjir Rob di Pantai Blitar, Air Laut Masuk Rumah
Peristiwa  29 menit

Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  13 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  12 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber