Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Aji Kecam Penganiayaan Jurnalis Surabaya
Jum'at, 11-11-2016 | 15:12
Oleh : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengecam keras terhadap kekerasan yang dialami oleh empat jurnalis di Surabaya. Mereka menjadi korban dugaan penganiayaan serta perampasan memory card, saat melakukan tugas peliputan aksi konvoi suporter Bonek, semalam.

Keempat jurnalis ini adalah Sholihul Hadi Jurnalis RTV, Dida Tenola Jurnalis Jawa Pos, Andrian Bekutak Jurnalis merdeka.com, dan Boncel Jurnalis SBO TV. Para awak media ini ditendang, dipukul dan dipentung saat meliput pengamanan terhadap para suporter oleh polisi.

Menurut Prasto Wardoyo, Ketua AJI Surabaya, selain mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Polrestabes Surabaya, para korban didorong untuk membawa kasus tersebut ke ranah Undang-Undang Pers.

"Yang menyesakkan dada, pelaku kekerasan adalah aparat negara dan penegak hukum yang seharusnya memahami kerja jurnalis," terang Prasto dalam edaran pernyataan sikap yang diterima oleh redaksi pojokpitu.com.

Seharusnya, dalam penegakan hukum terhadap kasus ini bisa bercermin dalam penanganan terhadap Ghinan Salman, Jurnalis Radar Madura ( Jawa Pos Group). Dalam kasus penganiayaan dan pengroyokan oleh oknum PNS Dinas di Kabupaten Bangkalan, polisi akhirnya menggunakan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Setidaknya, hal tersebut memberikan angin segar terhadap kemerdekaan Pers di tanah air. "Sebab, hampir semua kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak diselesaikan dengan UU Pers," ungkap Prasto.  (win)

Berita Terkait


Aji Kecam Penganiayaan Jurnalis Surabaya

Dewan Pers Kecam Penganiayaan Wartawan Oleh Oknum TNI

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber