Berita Terbaru :
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
   

Kontes Robot Pintar Berbahan Dasar Limbah Elektronik
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 08-11-2016 | 05:27 wib
Reporter : Chofi Zamani
Jember pojokpitu.com, Kontes robot line follower tingkat nasional yang digelar di Jember, Jawa Timur, diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa se- Indonesia. Lomba yang dibagi dua kategori robot analog dan mikro kontrol ini, mengharuskan robot mampu berjalan mengikuti garis sensor di lintasan.

Ratusan pelajar dan mahasiswa se-Indonesia berlomba dalam kontes robot line follower, yang diselenggarakan Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jember, Jawa Timur.

Kontes yang memperlombakan dua kategori, robot analog dan mikro kontrol, yang dirangkai dengan bahan dasar bekas dan limbah elektronik ini, mengharuskan robot mereka dapat berjalan sesuai garis sensor di lintasan.

Rata-rata peserta mampu merangkai satu unit robot dengan perangkat lunak yang dikontrol dengan program komputer ini, membutuhkan waktu satu bulan.

Teknologi robot ini sendiri, bisa diaplikasikan ke berbagai aspek untuk memudahkan pekerjaan manusia, antara lain untuk teknologi pembuatan robot pemadam api, penjinak bom, hingga yang paling sederhana, yakni sensor mobil.

Per unit robot line follower ini, hanya membutuhkan biaya tak lebih dari Rp 1 juta. Mereka tak harus membeli perangkat keras baru, namun memanfaatkan limbah elektronik, antara lain roda penggerak, memanfaatkan roda mobil tamiya yang rusak, tempat perangkat, menggunakan papan plastik atau papan kayu tipis.

Kontes ini diharapkan mampu membawa dampak bagi kreatifitas pelajar dan mahasiswa untuk menciptakan berbagai karya teknologi terbaru yang bisa dimanfaatkan di kehidupan sehari hari.(end)

Berita Terkait

Kontes Robot Pintar Berbahan Dasar Limbah Elektronik
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  15 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  12 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  13 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber