Berita Terbaru :
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
   

Lestarikan Tradisi, Pemkot dan FORMI Gelar Lomba Permainan Tradisional
Peristiwa  Senin, 19-09-2016 | 05:22 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Banyak bermunculan permainan berbasis IT, membuat permainan tradisional kian dilupakan. Untuk kembali mengangkat tradisi tersebut, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Surabaya menggelar lomba, seperti balap klompen, enggrang, tarik tambang dan senam.

Lucu dan seru, mewarnai aksi para pemuda, warga Jambangan saat mengikuti lomba permainan tradisional tarik tambang yang digelar, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Surabaya, pagi tadi. Dalam lomba ini, kekompakan tim untuk menarik tambang sangat dibutuhkan, agar bisa memenangkan lomba.  

Selain itu, lomba klompen juga tak kalah menariknya. Permainan ini malah mengundang galak tawa warga yang menyaksikan. Bagaimana tidak, setiap tim yang dimainkan oleh 4 orang ini, harus bersusah payah memadukan irama kaki untuk melajukan klompen hingga di garis finish. Bahkan tak sedikit dari peserta harus tersungkur, ketika melajukan klompen tersebut.

Tak hanya melombakan tarik tambang dan klompen raksasa. Permainan enggrang yang kini semakin jarang dijumpai, juga ikut dilombakan. Kegiatan ini rupanya mendapat perhatian dari Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana. Menurutnya, tradisi permainan tradisional perlu dilestarikan, sehingga generasi muda tak gampang terpengaruh dengan aksi radikalisme, yang saat ini menyasar di kalangan pemuda.

Wisnu menambahkan, ke depannya kegiatan ini akan menjadi agenda Pemerintah Surabaya bersama FORMI, dengan harapan bisa menciptakan suasana guyup dan rukun di masyarakat.(end) 

Berita Terkait

Warga Menikmati Kebersamaan dengan Kebhinekaan Melalui Lomba Permainan Tradisional

Lestarikan Tradisi, Pemkot dan FORMI Gelar Lomba Permainan Tradisional
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  19 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  18 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber