Berita Terbaru :
Terapkan Pasar New Normal di Trenggalek, Istri Bupati Merasa Aman Berbelanja
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
   

Demam Batu Akik, Pengrajin Cincin di Jember Kebanjiran Order
Life Style  Selasa, 24-03-2015 | 20:00 wib
Reporter : Hernawan Mustika
pojokpitu.com, Demam batu akik yang melanda kalangan orang dewasa maupun remaja, membawa berkah bagi para pengrajin cincin atau selok. Di Jember, pengrajin cincin yang dulunya hanya mendapat pesanan sebulan maskimal hanya 50 buah, kini mampu meningkat drastis. Pemesan banyak yang dari luar kota, termasuk dari Bali.

Sulaiman, seorang pengrajin cincin warga Balung Kidul, kecamatan Balung Jember ini, harus merelakan dirinya bersama seorang karyawannya melembur hingga larut mala setiap harinya untuk memenuhi pesanan cincin dari para pemesannya.

Setiap harinya kini Sulaiman yang menempati stand kecil yang berada di jalan raya Ambulu, Jember ini harus memenuhi para pemesan cincin batu akik, yang saat ini sedang digandrungi oleh para muda hingga orang orang dewasa.

Berbagai bentuk cincin dia kerjakan, baik itu berbahan perak, alpaka, kuningan hingga platinum bahkan pula dari emas. Setiap bulannya kini ia bisa membuat cincin akik sebanyak 300 hingga 500 buah.

Selain dikenal murah dan para pembeli dapat memesan bentuk sesuai keinginan, bahan yang digunakannya pun murni dan tidak dicampur dan bergaransi.

Mengenai kilau logamnya maupun bentuknya, Sulaiman juga melayani pemasangan dan perbaikan cincin. Dengan melandanya demam batu akik kali ini dirinya mendapat berkah dan omzet pendapatan pun bertambah.

Setiap cincin kuningan atau platinum minimal berharga Rp. 30 ribu, sedangkan untuk bahan perak atau emas, disesuaikan dengan harga per grammnya yang sesuai dengan harga pasaran, dan para pemesan juga bisa membeli bahan dari luar.(fer)



Berita Terkait

Terapkan Pasar New Normal di Trenggalek, Istri Bupati Merasa Aman Berbelanja

Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19

TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19

Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  13 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  5 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  4 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber